Penurunan Daya Beli Menghantam Bisnis Bentoel

koleksi-rokok-museum-benteol-malang

Jakarta. Perusahaan rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) akan tetap berinvestasi demi menunjang target bisnis perusahaan tahun ini maupun untuk jangka panjang. Ekspansi bisnis penting untuk mendongkrak kinerja bisnis maupun kinerja keuangannya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2014, produsen rokok ini mencatatkan rugi bersih Rp 2,28 triliun. Catatan tersebut meningkat dua kali lipat disbandingkan dengan kerugian tahun 2013 yang sebesar Rp 1,04 triliun.

Sedangkan pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan ini masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 384,48 miliar, menurun 14,89% dari periode yang sama 2013 yang sebesar Rp 451,77 miliar.

Jason Fitzgerald Murphy, Direktur Utama PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) mengatakan, tahun lalu perusahaan ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak menguntungkan bisnis rokok. “Tahun lalu pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak, daya beli menurun, dan menjadi sensitif untuk menaikkan harga jual rokok. Ekonomi juga melambat,” ujar Murphy, Rabu (13/5).

Selain itu, tahun lalu pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang menekan industri rokok. Misalnya, kebijakan memasang gambar peringatan kesehatan ke bungkus rokok, dan kenaikan pajak dan cukai rokok. “Saya tahu pemerintah berusaha menggencarkan pendapatan, maka mereka meningkatkan cukai dan pajak untuk industri rokok,” ujar Jason.

Tak pelak cukai membebani kinerja perusahaan. Pada 2014, Bentoel membayar pita cukai dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp 9,21 triliun, naik 15,41% dari 2013 yang sebesar Rp 7,98 triliun. Pajak tersebut setara dengan 73,26% dari beban pokok penjualan yang sebesar Rp 12,57 triliun.

Pada kuartal pertama tahun ini, Bentoel membayar pita cukai dan PPN sebesar Rp 2,30 triliun, naik 3,6% dibandingkan 2014 yang sebesar Rp 2,22 triliun. Pajak tersebut setara dengan 76,15% dari beban pokok penjualan.

Meski demikian, Jason mengatakan tahun ini perusahaan akan tetap melanjutkan investasi untuk menunjang bisnis perusahaan itu. Sayangnya ia enggan membeberkan nilai investasi yang bakal digelontorkan dan alokasinya karena investasi tersebut sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Pada tahun lalu, perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,29 triliun. Investasi tersebut dilakukan untuk peningkatan mesin, operasional, dan pengembangan teknologi dan informasi. Selain itu belanja modal 2014 untuk mengembangkan dan memasarkan produk baru perusahaan yaitu Dunhill Filter. “2014 positifnya kami berinvestasi untuk pengembangan bisnis, ujar Jason.

Untuk tahun ini Jason enggan membeberkan target pertumbuhan penjualan. Namun, sebagai gambaran kinerja PT Bentoel International Tbk pada kuartal I-2015, Bentoel mencatat pendapatan Rp 3,36 triliun, tumbuh 3,06% dari dibandingkan dengan periode sama tahun 2014 yakni Rp 3,26 triliun. Selain itu gambaran arus kas kuartal I 2015 juga lebih baik jika dibandingkan kuartal I tahun lalu.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar