TENTANG KAMI

 


omnilogo

Konsultan Pajak OMNI didirikan di bulan Nopember 1998.

Kami percaya bahwa kesuksesan kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi klien kami bergantung pada tim kami.  Tim kami menyadari bahwa mereka terjun ke bidang konsultan yang sangat menghargai profesionalitas. Training inhouse secara rutin selalu kami berikan dan kami juga mengirimkan tim kami secara rutin mengikuti training dan pelatihan yang diadakan oleh institusi di bidang perpajakan.

Kami percaya bahwa jika kami dapat menghargai dan mendukung tim kami maka tim kami tentunya akan menghargai dan mendukung kami juga dan bermuara pada dukungan dan penghargaan secara berkesinambungan pada anda sebagai klien kami Semua itu adalah jalinan yang saling mengikat dan saling mempengaruhi.

Berikut adalah profesional-profesional yang menjadi tim OMNI Konsultan Pajak

 

Drs. Rahyo S

Drs Rahyo Saputro

Berpengalaman lebih dari 30 tahun di Direktorat Jenderal Pajak.

Bersertifikat Brevet C Negara dan memiliki izin Pengadilan Pajak.

Anggota dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI)

prijo

Drs. Prijo Mardjono

Berpengalaman lebih dari 30 tahun di Direktorat Jenderal Pajak.

Bersertifikat Brevet C Negara dan memiliki izin Pengadilan Pajak.

Anggota dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI)

zein

ZEIN S, SE, SH, MH

Berpengalaman di bidang perpajakan, hukum serta auditor di big four Public Accountant Firm and Business Consultants

Memiliki izin sebagai advokat dan izin Pengadilan Pajak

yan

YAN S, SE, SH, MM

Bersertifikat Brevet B Negara.

deyana1

DEYANA, SE, BKP

Konsultan pajak senior di OMNI. Bersertifikat Brevet C Negara.

Anggota dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

yunita

YUNITA, SE, BKP

Konsultan pajak senior di OMNI. Bersertifikat Brevet C Negara.

Anggota dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

novi

NOVIANI, SE, BKP

Konsultan di  OMNI. Bersertifikat Brevet B Negara.

riana

RIANA FERTINA, SE, BKP

Konsultan di  OMNI. Bersertifikat Brevet B Negara.

3 replies

  1. mohon pencerahannya

    untuk pph pasak 26 biaya bunga , kapan saat terhutangnya ?
    pada saat di jurnal biaya oleh accounting atau saat pembayaran ?
    terimakasih

    Suka

    • Hi Andi,
      Mengenai pertanyaan atas saat terutangnya PPh pasal 26 berikut penjelasan kami:
      Dalam pasal 15 ayat 4 Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2010 tentang penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan, dikatakan bahwa pemotongan Pajak Penghasilan oleh pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan, dilakukan pada akhir bulan:
      a. dibayarkannya penghasilan;
      b. disediakan untuk dibayarkannya penghasilan; atau
      c. jatuh temponya pembayaran penghasilan yang bersangkutan,
      tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu.

      Intinya, saat terhutang PPh Pasal 26 atas bunga tergantung duluan yang mana antara penjurnalan atau pembayaran. Jika pembayaran dilakukan setelah penjurnalan maka PPh Pasal 26 terhutang sejak saat dijurnal (begitu juga sebaliknya).

      Demikian penjelasan kami.

      Hormat Kami,
      Tim Pengasuh

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: