Permintaan merosot, produksi batubara turun 16%

batubara

JAKARTA. Produksi batubara Indonesia mulai seret. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi batubara selama Januari-Oktober 2015 mencapai 322,5 juta ton atau turun 15,58% dibanding dengan periode sama tahun lalu yang seberat 382 juta ton.

Realisasi produksi ini setara 75,8% dari total rencana produksi perusahaan batubara tahun ini yang seberat 425 juta ton. Jumat (20/11), Adhi Wibowo, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM, menyatakan, melorotnya produksi batubara ini terjadi akibat permintaan dari pasar ekspor seperti China mengalami penurunan dalam jumlah besar.

Ekspor batubara Januari-Oktober 2015 mencapai 215 juta ton. Angka ini susut 32,39% dibandingkan dengan periode yang sama 2015 sebanyak 318 juta ton. Sementara permintaan di dalam negeri 62 juta ton, atau susut dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 63 juta ton.

Menyusutnya permintaan inilah yang membuat perusahaan batubara memangkas produksi. Di sisi lain, pengusaha batubara mengerem produksi lantaran harga batubara tak kunjung menanjak. Per Oktober 2015, harga batubara acuan (HBA) berada di level US$ 57,39 per ton. Harga ini turun 15,8% jika dibandingkan dengan harga batubara pada akhir tahun 2014.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono memprediksikan, penyusutan produksi batubara ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun ini dan tahun depan. Ia pesimistis bahwa target produksi batubara tahun ini sebanyak 425 juta bisa tercapai.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan komentar