Ekonomi Tahun Depan Lesu, Pasar Sepeda Motor Stagnan

motor

Jakarta. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi belum bisa bergerak cepat pada tahun depan. Akibatnya industri manufaktur seperti produsen motor tak berani memasang target Penjualan ambisius pada 2016.

Produsen motor pilih memasang target konservatif yakni bisa mempertahankan Penjualan seperti tahun ini. Adapun Penjualan sepeda motor sepanjang tahun 2015 diprediksikan berada di kisaran 6,4 juta unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata, menyatakan, Penjualan sepeda motor tahun ini sekitar 6,3 juta unit atau meleset dari target sebanyak 6,7 juta unit. “Kami belum melihat tanda-tanda ada peningkatan, kalaupun ada paling hanya sebesar lima persen,” kata dia kepada KONTAN, kemarin (6/12).

Perkiraan senada datang dari Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya. “Tidak ada sentimen yang bisa mendongkrak Penjualan sepeda motor tahun depan, paling banter sama dengan tahun ini,” kata Margono, pekan lalu.

Dia menyebut, secara umum Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang tahun ini mengalami penurunan cukup besar, yakni di kisaran 18%. Sedangkan merek Honda sendiri secara kumulatif juga mengalami penurunan sekitar 12% dibandingkan dengan pencapaian Penjualan tahun lalu. Manajemen AHM memprediksi total Penjualan tahun ini hanya sekitar 4,5 juta unit.

Lesunya Penjualan inilah yang membuat kapasitas pabrik AHM saat ini tidak bisa maksimal. Kalau sebelumnya pada kondisi normal seperti tahun lalu, kapasitas pabrik ini mencapai 80% dari total kapasitas produksi.

Sebagai gambaran, saat ini total kapasitas pabrik AHM sekitar 5,8 juta unit motor per tahun, setelah mereka mengoperasikan pabrik baru pada tahun ini. Saat ini kapasitas kurang dari 80% sehingga tidak ada lagi jam lembur bagi karyawan pabrik.

Beda halnya dengan kondisi tahun lalu. Saat kapasitas pabrik belum bertambah, produksi AHM mencapai 5,05 juta unit. “2014 di atas kapasitas produksi sehingga karyawan banyak lembur,” katanya.

Johannes Loman, Wakil Presiden Direktur AHM berharap tahun depan belanja pemerintah lebih lancar, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur yang telah direncanakan. Dengan begitu, minat investor terutama asing untuk merealisasikan investasi di Indonesia meningkat.

Investasi asing ini diharapkan jadi obat kuat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Pun demikian Johanes berharap kurs rupiah tak melemah di atas Rp 14.500 per dollar AS. Meskipun, “Untuk menguat di bawah Rp 12.500 juga sulit,” katanya. Selain itu, tak ada tanda suku bunga akan turun 2016.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar