Tambang Layu, Penjualan Heavy Truck Masih Lesu

JAKARTA – Penurunan permintaan alat berat di segmen heavy truck masih terjadi sampai paruh pertama tahun ini. Beberapa perusahaan yang menyediakan heavy truck melaporkan penurunan permintaan karena sektor bisnis masih lesu.

Salah satu perusahaan penyedia heavy truck yang mencatat penurunan penjualan heavy truck adalah PT United Tractor Tbk. Perusahaan berkode saham UNTR tersebut melaporkan penurunan penjualan heavy truck terbanyak datang dari segmen pertambangan. “Sektor tambang masih lesu,” kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractor Tbk kepada KONTAN, Rabu (13/7).

Karena permintaan turun, Sara memilih mengalihkan fokus bisnis dari pelayanan servis alat berat dan penjualan suku cadang. Meski paruh pertama tahun ini tren penjualan heavy truck turun, namun Sara berharap penjualannya bisa naik pada periode kedua tahun ini.

Sara bilang, penjualan alat berat United Tractor termasuk heavy truck sampai dengan Mei 2016 tercatat sebanyak 868 unit. Tahun ini, United Tractor menargetkan menjual alat berat tersebut sebanyak 2.000 unit. HIngga semester pertama 2016 usai, United Tractor belum tertarik merevisi target tersebut.

Tak hanya UNTR, penurunan penjualan alat berat heavy truck juga dicatat PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI). Penurunan penjualan heavy truck Hino hampir sama dengan United Tractor, karena lesunya kondisi tambang, turunya aktivitas bisnsi perkebunan dan pertanian.

“Bencana asap tahun 2015 lalu menyebabkan panen tahun ini terganggu, sehingga angkutan untuk sektor perkebunan kepala sawit turun,” kata Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan & Promosi HMSI kepada KONTAN.

Perlu diketahui, pada periode Januari-Mei 2016, penjualan heavy truck merek Hino turun 17,9% dari 2.307 unit menjadi 1.894 unit. Penurunan penjualan heavy truck sampai dengan Mei 2016 tersebut juga dicatat oleh merek lainnya seperti Mitsubishi, Tata Heavy dan Man Truck.

Berharap membaik

Meski penjualan menjelang paruh pertama tahun 2016 turun, namun ada perusahaan alat berat yang memproyeksikan penjualan heavy truck bisa membaik pada periode kedua tahun ini. Adanya geliat konstruksi pada periode kedua tahun 2016 menjadi tanda-tanda kenaikan pesanan heavy truck tersebut.

Djonggi Gultom, Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk bilang, mulai bulan Juni telah terjadi kenaikan pemesanan heavy truck dan juga jenis alat berat lainnya. “Bisa dikatakan titik nadir sudah terlewati,” kata Djonggi kepada KONTAN.

Hal senada juga disampaikan Vanda Kusumaningrum, Communication Manager Volvo Indonesia yang memproyeksikan kenaikan permintaan heavy truck sampai akhir tahun 2016. Adapun sampai Juni 2016, Volvo dengan merek UD Truck telah menjual 867 unit. Hingga akhir tahun nanti, Volvo memproyeksikan penjualan sebanyak 1.500 unit.

Penulis: Eldo Christoffel

Sumber: Harian Kontan, Kamis 14 Juli 2016 hal 15

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan komentar