Jakarta. Optimisme konsumen mengalami peningkatan pada bulan Juli 2016. Namun peningkatan optimisme konsumen ini tidak terjadi pada seluruh indeks komponen pembentuknya.
Berdasarkan hasil Survei Konsumen BI, indeks keyakinan konsumen (IKK) Juli 2016 meningkat 5 poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 114,2. Peningkatan IKK tersebut didorong oleh kenaikan indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) sebesar 1,3 poin menjadi 101,2.
Peningkatan IKE terutama disebabkan peningkatan indeks penghasilan dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama masing-masing sebesar 3,3 poin dan 2 poin dari bulan sebelumnya. “Sementara itu, indeks ketersediaan lapangan pekerjaan mengalami penurunan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, Senin (8/8).
Indeks ketersediaan lapangan pekerjaan ini turun 1,2 poin. Padahal, sebelumnya indeks ketersediaan lapangan pekerjaan ini juga sudah berada di level pesimis karena berada di bawah 100 poin.
Tak hanya itu, indeks ekspektasi ketersediaan lapangan pekerjaan enam bulan mendatang juga mengalami penurunan 5,1 poin. Penurunan tersebut ikut membuat Indeks ekspektasi konsumen (IEK) mengalami penurunan, padahal indeks ekspektasi penghasilan dan ekspektasi kegiatan usaha enam bulan mendatang mengalami peningkatan.
IEK turun 0,5 poin menjadi 127,1. Meski masih di level optimis karena lebih dari 100 poin, penurunan ini melanjutkan penurunan di Juni 2016.
Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan berkorelasi dengan kondisi ekonomi saat ini. Konsumen masih khawatir dengan perbaikan ekonomi kuartal kedua cuma musiman, dan ekonomi belum tumbuh dengan baik.
“Mereka berpandangan, penyerapan tenaga kerja sedikit karena kegiatan usaha yang membaik itu lebih ditopang oleh penggunaan teknologi sehingga indeks ekspektasi kegiatan usaha meningkat, tetapi indeks ekspektasi ketersediaan lapangan pekerjaan menurun,” kata Lana.
Secara umum Lana melihat peningkatan indeks keyakinan konsumen bulan ini cukup baik. Namun, Ia khawatir peningkatan indeks ekonomi ini hanya bersifat temporer bertepatan dengan momen Idul Fitri, sebagaimana yang terjadi tahun lalu.
Jika nanti setelah Juli indeks terus naik, artinya konsisten, tetapi jika turun, peningkatan indeks itu hanya temporer. “Jadi yang perlu diwaspadai itu Juli sampai akhir tahun,” tambahnya.
Ia berharap, pemerintah lebih gencar melakukan pembangunan sektor konstruksi. Sebab, sektor ini cukup besar menyerap tenaga kerja sehingga keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan akan membaik.
Penulis : Adinda Ade Mustami
Sumber: Harian Kontan , 09 Agustus 2016
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar