Belanja Negara Akan Mendorong Ekonomi

a0538-tax2bamnesti

Jakarta. Pemerintah yakin realisasi belanja negara di akhir tahun akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2016. Merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, akselerasi belanja negara biasanya terjadi di akhir tahun, yang dimulai bulan November dan Desember.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lemahnya pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016, salah satu penyebab utamanya, adalah belanja pemerintah yang melemah akibat pemotongan anggara belanja pada pertengahan tahun 2016. “Pemotongan anggaran ini mempengaruhi daya beli pemerintah,” ujarnya, Senin (7/11).

Namun dengan perkiraan realisasi belanja pemerintah hingga akhir tahun yang sebesar 95%, Sri Mulyani yakin akan mampu mendorong pertumbuhan. “Itu akan menjadi faktor positif baik dari konsumsi maupun pembentukan modal tetap bruto (PMTB),” ungkapnya.

Hanya saja, sisi ekspor dan impor yang masih negatif perlu diwaspadai. Sri Mulyani berharap di kuartal empat, penurunan kinerja ekspor dan impor tidak sedalam yang terjadi di kuartal tiga. Sebab hal itu akan memengaruhi ekonomi indonesia.

Sisi investasi diperkirakan akan membaik, sebab kenyamanan berbisnis mulai membaik, dilihat dari kenaikan peringkat kemudahan memulai bisnis. “Kenaikan jumlah investasi asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN) dan memposisikan indonesia sebagai negara middle income yang relatif paling sehat dari sisi pertumbuhan dan APBN. Ini diharapkan memicu kenyamanan investasi,” kata Ani.

Namun Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam memperkirakan, realisasi belanja negara yang masih belum maksimal di dua bulan terakhir, akan berdampak pada realisasi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwullan terakhir masih akan kembali melambat.

Tidak terserapnya seluruh anggaran belanja negara tahun ini diakui oleh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Kemkeu Askolani. Menurutnya, dari target realistis anggara belanja kementerian dan lembaga yang sebesar Rp 767,8 triliun, realisasinya diperkirakan sebesar 96% atau sekitar Rp 737 triliun. Target realistis ini adalah target belanja APBNP 2016 setelah dikurangi potensi pemangkasan belanja Rp 65 triliun.

Walau ada beberapa program pembangunan infrastruktur yang pembayarannya dialihkan ke tahun 2017 atau carry over, Askolani berharap realisasi belanja infrastruktur pemerintah bisa terealisasi sesuai rencana dan tidak ada proyek yang mangkrak. Dengan begitu, realisasi belanja infrastruktur pada akhir tahun ini juga akan mampu berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Asep Munazat Z, Hasyim Ashari

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: