BPJS Kesehatan Mengancam Bisnis Asuransi

Banyak nasabah korporasi berpindah ke BPJS Kesehatan

tax2

JAKARTA – Berlakunya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi badan usaha di tahun depan membuat sejumlah pelaku usaha asuransi khawatir dengan keberlangsungan bisnisya. Pasalnya, ada peluang bagi konsumen baik individu maupun perusahaan berbondong-bondong memindahkan polis asuransi ke BPJS. Dampaknya kue bisnis asuransi swasta semakin menyusut.

Julian Noor, Direktur Ekskutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan laju bisnis asuransi kesehatan bakal jalan di tempat di tahun 2015. Kendati demikian, Julian masih menaruh harapan bisnis asuransi kesehatan akan tumbuh.

Meski ada perpindahan konsumen kepada BPJS, Julian mengatakan, jumlahnya tidak akan signifikan karena masih ada keraguan di kalangan konsumen. Lalu, masih banyak badan usaha yang belum yakin dengan kualitas layanan BPJS. Apalagi, jumlah rumah sakit yang menjadi mitra BPJS belum sebanyak jaringan kerja yang dimiliki oleh asuransi komersial.

Selain itu, BPJS yang hanya melayani layanan dasar dinilai tidak cukup memnuhi kebutuhan dari konsumen kalangan menengah ke atas. Artinya, pasar bagi asuransi komersil masih tetap ada. “Kalau pun turun, sepertinya tidak akan besar,” kata Julian, kemarin (9/12). Menurut Julian, jika mandatory BPJS ditunda pemberlakuannya, bisnis asuransi kesehatan bisa tumbuh dua digit di tahun depan.

Sayangnya, ia belum punya data terbaru soal kinerja lini asuransi kesehatan tahun ini. Namun berkaca pada kinerja sampai kuartal ketiga tahun ini, pertumbuhan asuransi kesehatan sangat tipis.

Sepanjang periode Januari hingga September 2014, jumlah premi kesehatan yang berhasil dikumpulkan oleh perusahaan asuransi komersial mencapai Rp 3,179 triliun. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hanya ada peningkatan 4,3%. Di kuartal ketiga tahun lalu, junlah premi asuransi kesehatan sebesar Rp 3,409 triliun.

Pertumbuhan asuransi kesehatan ini jauh lebih rendah ketimbang pertumbuhan premi industri. Per September 2014, kenaikan premi asuransi umum mendapat 14,8% menjadi Rp 38.976 triliun.

Premi Tak Capai Traget

Salah satu pelaku asuransi yang sudah merasakan dampak beroperasinya BPJS adalah PT Asuransi Sinar Mas. Jumlah perolehan premi Asuransi Sinar Mas masih jauh dari target yang dicanangkan di awal tahun ini.

Sampai Oktober tahun ini, Asuransi Sinar Mas baru mengantongi premi sebesar Rp 900 miliar atau hanya 71% dari target. Seharusnya, dalam sepuluh bulan pertama, Sinar Mas harus memenuhi setidaknya 83% dari target. “Sepertinya sulit untuk terpenuhi,” ujar Dumasi MM Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Dumasi mengakui, selama ini, mayoritas nasabah asuransi kesehatan Sinar Mas bersumber dari perusahaan. Makanya ketika program BPJS berlaku, banyak nasabah BPJS mengalihkan polis asuransinya. Maka itu, di masa mendatang, Asuransi Sinar Mas akan menggenjot bisnis di segmen individu. Dengan begitu, bisnis asuransi kesehatan bisa membaik.

 

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: