Laporkan SPT Tahunan Anda dengan Benar, Lengkap, dan Jelas

taxSebagaimana kita ketahui, sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment. Dalam sistem ini, pemeran utama dalam perpajakan di Indonesia adalah Warga Negara sendiri. Ini berarti bahwa setiap Warga Negara yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif diharuskan mendaftarkan diri menjadi Wajib Pajak.

Mereka yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak selanjutnya wajib menghitung dan memperhitungkan sendiri jumlah pajaknya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Setelah mengetahui jumlah pajak yang terutang dan memperhitungkan pajak yang telah dipotong atau dipungut oleh pihak ketiga, Wajib Pajak kemudian membayar sejumlah pajak yang kurang dibayar ke Bank Persepsi atau Kantor Pos Persepsi. Setelah selesai melakukan pembayaran, Wajib Pajak harus melaporkan hasil penghitungan dan pembayaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat terdaftarnya dengan menggunakan formulir yang disebut Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Fungsi SPT bagi Wajib Pajak dalam sistem self assessment adalah sebagai sarana untuk melapokan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. SPT juga berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak, baik yang dilakukan sendiri maupun melalui pemotongan / pemungutan pihak lain. Selain itu, SPT juga berfungsi untuk melaporkan penghasilan yang merupakan objek pajak dan bukan objek pajak, harta dan kewajiban atau pembayaran dari pemotong / pemungut tentang pemotongan pajak orang pribadi atau badan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Mengingat SPT tersebut harus disampaikan kepada otoritas pajak, sudah barang tentu pengisian SPT juga memiliki dampak secara hukum. Agar terhindar dari konsekuensi hukum yang tidak perlu, penting dicatat bahwa SPT harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas.

Yang dimaksud dengan SPT harus diisi dengan benar, adalah bahwa SPT yang disampaikan benar dalam perhitungan, benar dalam penerapan peraturan perundang-undangan perpajakan, benar dalam penulisan dan benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. SPT harus diisi dengan lengkap berarti SPT tersebut memuat semua unsure-unsur yan berkaitan dengan objek pajak dan unsure-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. Ini artinya, SPT harus disampaikan lengkap beserta seluruh lampiran yang dipersyaratkan. Sedangkan yang dimaksud dengan SPT harus diisi dengan jelas adalah SPT melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan.

Diantara konsekuensi hukum tersebut adalah apabila karena kealpaan, Wajib Pajak tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau menyampaikan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara akan dikenakan sanksi administrasi, bukan sanksi pidana. Sansksi administrasi tersebut berupa kenaikan sebesar 200% (dua ratus persen) dari jumlah pajak yang kurang bayar.

Namun, apabila Wajib Pajak mengulangi kealpaannya tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau menyampaikan keterangan yang isinya tidak benar tersebut di atas, maka perbuatan tersebut merupakan perbuatan pidana, sehingga sanksinya tidak lagi sanksi administrasi tetapi menjadi sanksi pidana yang berupa didenda paling sedikit 1(satu) kali dan paling banyak 2 (dua) kali jumlah pajak terhutang yang tidak atau kurang dibayar atau dipidana kurungan paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 1 (satu) tahun.

Ketika perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja, dan perbuatan tersebut dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paing banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Direktorat Jenderal Pajak menghimbau kepada seluruh Wajib Pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan secara benar, lengkap dan jelas agar terhindar dari sanksi-sanksi yang memberatkan tersebut. Untuk Wajib Pajak Badan, batas penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2014 adalah tanggal 30 April 2015.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: