Pebisnis Batubara Minta Kelonggaran

truk-batubaraJAKARTA. Terpuruknya harga jual batubara dalam dua tahun terakhir, membuat industri ini makin kesulitan. Agar industri tidak tambah terpuruk, asosiasi batubara meminta pemerintah memberikan kelonggaran aturan.

Ekawahyu Kasih, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Minggu (10/5) menyebut, ada tiga hal yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama, melonggarkan kewajiban pembayaran jaminan reklamasi, yang saat ini harus dibayar per lima tahun di muka. Sebab, kewajiban ini akan menguras kas perusahaan batubara. Seperti kita tahu, di aturan lama pengusaha diwajibkan membayar jaminan reklamasi setiap tahun.

Kedua, melonggarkan pembayaran royalty pasca kegiatan ekspor. Pengusaha merasa keberatan lantaran saat ini harus menyiapkan modal tambahan untuk membayar royalty sebelum transaksi ekspor batubara.

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) juga sudah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar pembayaran royalty tidak lagi dikenakan sebelum pengapalan. Mekanisme pembayaran royalty di muka mulai berlaku sejak 2014 lalu bareng dengan penerapan eksportir terdaftar (ET) batubara.

Ketiga, menunda rencana kenaikan royalty. Ekawahyu menilai langkah pemerintah mengerek royalty kurang pas di saat harga batubara lesu. “Wacana kenaikan tariff royalty harus dihentikan,” kata dia.

Pemerintah memang ingin merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9/2012 untuk menaikkan tariff royalty batubara. Yakni, dari 3% menjadi 7% untuk kalori rendah, dari 5% menjadi 9% untuk kalori sedang, serta 7% dinaikkan jadi 13,5% untuk kalori tinggi.

Ketua Umum APBI Pandu Sjahrir sependapat dengan Ekawahyu, bahwa tidak tepat mengerek royalty pada saat industri tambang batubara sedang sulit seperti sekarang. “Silahkan menaikkan royalty menjadi 100% sehingga kegiatan tambang dan tanggung jawab ke karyawan maupun lingkungan dipegang pemerintah semuanya,” sesal dia.

Harga batubara memang masuk tren penurunan sejak tahun 2011, seiring dengan melorotnya harga minyak bumi. Pemerintah menetapkan harga batubara acuan pada Mei 2015 sebesar US$ 61,08 per ton. Harga batubara acuan ini turun 52% jika dibandingkan dengan posisi harga acuan batubara tertinggi pada Februari 2011, sebesar US$ 127,5 per ton.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: