Multifinance Stop Alat Berat Pertambangan

batubaraPasar masih ada, tapi tidak semeriah dahulu

JAKARTA. Pesona sektor pertambangan pudar sudah. Ini memicu merosotnya pembiayaan alat berat bagi sektor ini. PT Verena Multi Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang menghentikan pembiayaan alat berat sektor pertambangan.

Langkah ini merupakan upaya Verena untuk lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Direktur Verena Andi Harjono mengatakan, sebagai ganti pembiayaan alat berat sektor pertambangan, pihaknya akan memperbesar segmen sewa guna usaha ke kelas infrastruktur.

Dengan begitu, ia optimistis, bisnis pembiayaan alat berat Verena tahun ini bisa mencatatkan kinerja positif. “Karena kalau lihat data Bappenas, rencana pembangunan infrastruktur kita cukup massif,” kata Andi, pekan lalu.

Selain ke segmen infrastruktur, Verena bakal masuk ke segmen industry manufaktur lewat pembiayaan forklift.

Tahun lalu, pembiayaan non otomotif Verena yang banyak diisi alat berat hanya menyumbang Rp 437 miliar. Jumlah ini setara 27,6% dari total penyaluran kredit sepanjang 2014 yang menyentuh Rp 1,58 triliun. Porsi ini menurun dari tahun sebelumnya yang menyentuh 37,2%.

Meski memfokuskan diri di segmen infrastruktur, Verena juga masih harus bersabar. Pasalnya di awal tahun ini belum banyak proyek pembangunan yang berjalan. “Kami harapkan di semester kedua proyek-proyek besar bisa di mulai,” imbuh Andi.

PT Buana Finance Tbk pun lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan alat berat ke tambang. Buana Finance bakal makin selektif di sektor ini sembari melihat potensi di sektor-sektor lain.

Direktur Buana Finance Herman Lesmana menyebut, pelemahan harga batubara di tengah dan regulasi pertambangan membuat pertumbuhan leasing alat berat terus melambat dalam tiga tahun terakhir. Makanya Buana makin selektif memilih pasar.

Herman mengatakan, pasar segmen pertambangan batubara tetap ada walau tidak semeriah dulu. “Kalau berhenti sama sekali tentu tidak,” kata dia.

Namun memang dalam beberapa tahun ke belakang porsi pembiayaan alat berat ke sektor pertambangan cenderung mengecil. Sebelumnya, porsi lini bisnis sewa guna usaha Buana ke sektor pertambangan masih ada sekitar 17% di tahun 2013. Saat ini Cuma ada di kisaran 15%.

Sedangkan, porsi dari sektor lain semisal konstruksi, pengangkutan dan perkebunan justru meningkat. Dengan potensi menggeliatnya sektor infrastruktur tahun ini, sangat mungkin porsi dari konstruksi akan lebih besar.

Buana Finance berharap, target penyaluran pembiayaan Rp 3 triliun tahun ini bisa tercapai. Jumlah ini lebih tinggi 36% dari realisasi pembiayaan tahun lalu Rp 2,23 triliun.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: