BPJS Perpanjang Proses Pendaftaran

logo_bpjs_kesehatan

JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperpanjang proses pendaftaran kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari 7 hari menjadi 14 hari kalender. Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2015, ketentuan ini mulai berlaku pada 1 Juni 2015.

Irfan Humaidi, Kepala Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan menjelaskan, peraturan proses pendaftaran selama 14 hari ini bertujuan agar pihaknya dapat memastikan administrasi kepesertaan berlangsung dengan baik. Mulai dari verifikasi data kependudukan peserta agar tidak terjadi kepesertaan ganda.

Lalu juga penyiapan dan pendaftaran untuk peserta terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) pilihan, hingga penerbitan kartu peserta.

“Kami juga harus memastikan jumlah peserta yang terdaftar di FKTP masih dalam tingkat wajar,” pungkasnya seperti yang dikutip dari keterangan resmi BPJS Kesehatan, Rabu (27/5).

Ketentuan masa aktivasi 14 hari tersebut hanya berlaku bagi para peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP) yang mendaftar secara mandiri dan menjadi peserta kelas I dan II.Namun, Peraturan ini tidak berlaku bagi empat kategori masyarakat.

Pertama, bayi baru lahir anak peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak kelas III. Kedua, bayi baru lahir dari penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah sebagai PBPU dengan hak kelas III.

Ketiga, peserta dan bayi baru lahir dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditetapkan Menteri Sosial dan telah didaftarkan peserta BPJS Kesehatan dengan hak kelas III.

Keempat, peserta dan bayi baru lahir dari peserta PBPU dan PBP yang mendaftar kelas III dengan menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial setempat sebagai orang tidak mampu dan/atau keterangan lain yang dibutuhkan.

“Bayi yang akan dilahirkan peserta, dapat didaftarkan sejak terdeteksi adanya denyut jantung dalam kandungan yang dibuktikan dengan melampirkan keterangan dokter,” tutur Irfan.

Pembayaran iuran pertama dari bayi tersebut dilakukan setelah bayi dilahirkan. Setelah terdaftar, bayi ini dapat langsung mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: