Pabrikan Ponsel Tambah Kandungan Lokal

images

Jakarta. Upaya pemerintah menekan jumlah impor ponsel disambut antusias produsen ponsel. Bahkan, produsen ponsel berbondong-bondong mendirikan pabrik untuk memenuhi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30% untuk perangkat ponsel 4G LTE.

Teranyar, PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk (TELE) meneken kesepakatan dengan manufaktur global asal Taiwan, Arima Communication Corp, untuk membikin pabrik ponsel di Indonesia. Komitmen ini tentu akan menyesuaikan ketentuan di Indonesia, termasuk komitmen penggunaan TKDN 30%.

Namun, Manajemen Tiphone masih merahasiakan ihwal kerjasama, soal investasi maupun target kerjasama ini. “Nanti saja, ya, sehabis lebaran, info lengkapnya kami beritahukan. Sekarang masih puasa,” kata Tan Lie Pin, Direktur Utama Tiphone kepada KONTAN, Selasa (14/7).

Hasil penelusuran KONTAN, Arima Communication adalah bagian dari Arima Group yang bergerak di sektor riset dan manufaktur perangkat telekomunikasi. Produk utama perusahaan ini adalah ponsel 2G dan 3G.

Perusahaan yang bermarkas di Yingge, Taipei ini juga punya pabrik di luar Taiwan, yaitu di Wujiang, China dan di Sao Paulo, Brazil. Arima Communication pernah bekerjasama dengan perusahaan teknologi NEC dan Acer.

Selain Tiphone, ada PT Hartono Istana Teknologi, pemegang merek Polytron yang berkomitmen memenuhi aturan TKDN untuk produksi ponsel 4G seri ZAP. Santo Kadarusman, Public Relations & Marketing Event Manager Polytron, mengklaim, kandungan TKDN ponsel Polytron ini sudah 35,6%. “Kami mendukung TKDN sampai 30%,” katanya.

Santo optimis, penjualan produk 4G LTE bakal sukses di pasaran. Maka itu, manajemen Hartono Istana Teknologi akan mengantisipasinya dengan menambah satu line produksi akhir Juli ini.

Saat ini, Polytron memiliki dua lini produksi berkapasitas 200.000 unit per bulan atau 2.400.000 unit per tahun. “Kami akan menambah satu production line. Itu berarti per 1 Agustus, produksi kami naik menjadi 300.000 unit per bulan atau 3,6 juta unit per tahun,” paparnya. Saat ini, pabrik Polytron hanya memproduksi ponsel merek sendiri.

Komitmen serupa juga disampaikan Edward Sofiananda, Direktur Utama PT Aries Indo Global, pemegang merek Evercoss. Edward menyatakan, komponen produksi ponsel Evercoss sudah mendekati ketentuan pemerintah. “Saat ini TKDN kami nyaris 30%,” tandasnya.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar