JAKARTA. Industri keramik domestik mengaku pesimistis bisa mencapai target bisnis Rp 40 triliun sampai akhir tahun. Target yang dicanangkan pada awal tahun ini sulit tercapai lantaran roda ekonomi domestik yang melambat.
Elisa Sinaga, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menceritakan, industri keramik saat ini mengalami penurunan permintaan sehingga bakal kesulitan mewujudkan target bisnis. “Banyak faktor penghambat penjualan tahun ini. Bisa menyamai 2014 sudah bagus, itupun sulit,” ujar Elisa kepada KONTAN, Jumat (4/9).
Sebagai gambaran, tahun lalu, industri keramik nasional mencatatkan omzet sebesar Rp 36 – 37 triliun.
Sejatinya, tanda-tanda target bisnis keramik sulit tercapai sudah terasa pada semester I-2015. Di periode tersebut, produksi industri keramik lokal sudah anjlok 29,16% jika dibandingkan dengan semester I-2014.
Pada semester pertama tahun ini, produksi keramik di dalam negeri mencapai 160 juta meter persegi (m2) sampai 170 juta m2. Hasil ini jelas turun jika dibandingkan dengan produksi semester I-2014 yang mencapai 240 juta m2.
Salah satu produsen keramik lokal merek Indogress yakni PT Asra Panca Warna telah sudah merasakan penurunan penjualan ini. Hendrata Atmaka, Vice President PT Asri Panca Warna, menyatakan telah mengurangi produksi. “Produksi kami kurangi karena overhaul, memperbaiki pada mesin-mesin lama yang turun mesin,” ujar Hendrata kepada KONTAN.
Perusahaan ini memiliki dua pabrik di Cikampek dan Dawuan, Karawang, Jawa Barat. Perusahaan ini juga sedang menyelesaikan ekspansi tambahan kapasitas produksi untuk pabrik di Cikampek. “Investasi sudah terlanjut jalan, jadi kami selesaikan saja sekalian,” timpalnya.
Saat ini kapasitas produksi perusahaan ini mencapai 500.000 m2 per bulan atau 6 juta m2 per tahun. Nah, bila tambahan ekspansi produksi sudah beroperasi tahun depan, bakal ada tambahan produksi 350.000 m2. Artinya, total kapasitas produksi perusahaan ini menjadi adalah 850.000 m2 per bulan atau 10,2 juta m2 per tahunnya.
Melihat ada ekspansi ini, Elisa masih tetap optimis kinerja industri keramik di semester kedua tahun ini bisa lebih baik dari semester pertama. “Kami harap proyek infrastruktur mulai bergerak, properti swasta juga terus membangun,” harap dia.
Sumber: KONTAN
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar