Metode Pemeriksaan Transaksi Bank

17Sebelumnya, kita pernah membahas salah satu Metode Pemeriksaan Tidak Langsung yaitu metode transaksi tunai. Metode pemeriksaan yang akan kita bahas kali ini tidak berbeda jauh dengan metode transaksi tunai, yakni Metode Transaksi Bank. Metode ini digunakan untuk Wajib Pajak yang dalam penerimaan dari usaha maupun di luar usaha bukan secara tunai melainkan disimpan dalam bank.

Untuk menentukan peredaran usaha atau penerimaan bruto yang tidak dilaporkan oleh Wajib Pajak, formula sederhana yang digunakan dalam metode transaksi bank adalah sebagai berikut:

Jumlah seluruh setoran bank (objek + bukan objek) xxx
Dikurangi setoran yang bukan objek (xxx)
Setoran yang merupakan objek pajak xxx
Ditambah penerimaan yang tidak disetorkan ke bank xxx
Peredaran usaha atau penerimaan bruto seharusnya xxx
Dikurangi peredaran usaha / penerimaan bruto menurut SPT (xxx)
Peredaran usaha atau penerimaan bruto yang tidak dilaporkan xxx

 

Selain itu, untuk melakukan pemeriksaan secara lebih terperinci, umumnya dalam menghitung penerimaan/penjualan Wajib Pajak yang sebenarnya, pemeriksa pajak dapat menggunakan formula berikut ini:

Seluruh mutasi kredit pada bank (Penerimaan) xxx
-/- Penerimaan berasal dari pinjaman

-/- Penerimaan berasal dari pendapatan lain-lain di luar usaha

-/- Penerimaan dari antar rekening bank milik WP sendiri

-/- Penerimaan restitusi pajak

-/- Penerimaan dari modal setoran tunai

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

Penerimaan usaha dari pelunasan piutang xxx

 

Pelunasan piutang yang didapat dari perhitungan diatas merupakan jumlah pelunasan piutang termasuk PPN. Untuk memperoleh angka penjualan termasuk PPN, pemeriksa pajak dapat menambahkan jumlah piutang akhir dengan pelunasan piutang pada tahun berjalan kemudian dikurang dengan piutang awal. Setelah diperoleh penjualan termasuk PPN, total penjualan didapat dari total Penjualan termasuk PPN dibagi dengan 1,1.

Dalam melakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode ini, mutasi-mutasi dalam rekening bank merupakan sumber utama yang digunakan sebagai dasar pemeriksaan. Selain mengecek kewajaran angka penjualan, metode transaksi bank dapat digunakan untuk menganalisa kewajaran transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak.

Pada umumnya, pemeriksa pajak akan menganalisa mutasi debit dan kredit dalam rekening koran bank Wajib Pajak per bulan untuk menganalisa kewajaran transaksi-transaksi Wajib Pajak. Berikut adalah contoh analisa yang dilakukan oleh pemeriksa pajak dalam menganalisa transaksi bank Wajib Pajak :

Uraian

Pemasukan/Debit Perusahaan

Pengeluran/Kredit Perusahaan

Januari

1 M

500 Juta

Februari

2 M

1 M

Maret

1 M

500 Juta

April

3 M

1 M

Mei

4 M

2 M

Juni

1 M

1 M

Juli

5 M

6 M

Agustus

3 M

2 M

September

4 M

3 M

Oktober

2 M

2 M

November

1 M

2 M

Desember

3 M

4 M

Jumlah

30 M

25 M

Selisih   5 Miliar (masuk kas)
Indikasi ketidakwajaran April, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember

Debit perusahaan berarti kredit rekening sisi bank, dan sebaliknya.

Dari detail transaksi yang tercantum dalam rekening koran bank Wajib Pajak di atas, dapat dilihat beberapa ketidakwajaran yang perlu dianalisa lebih lanjut. Analisa yang dilakukan oleh pemeriksa pajak adalah sebagai berikut :

  1. Ketidakwajaran pertama, Pada bulan April terdapat penerimaan sebesar Rp 3 Miliar, namun biaya yang dikeluarkan hanya Rp 1 Miliar. Tidak seperti bulan lainnya dimana biaya rata-rata sebesar 50% dari penerimaan. Atas pemasukan tersebut, perlu dipastikan apakah keuntungan perusahaan didapat dari biaya/pembelian sebesar Rp 1 Miliar yang dijual dengan harga tiga kali lipat? Ataukah ada keuntungan dari pihak ketiga di neraca atau setoran modal.
  2. Ketidakwajaran kedua, Mengapa pada bulan Juni Wajib Pajak tidak mendapat keuntungan? Apakah keadaan perusahaan sedang lesu? Ataukah Wajib Pajak tidak melaporkan seluruh penerimaannya?
  3. Ketidakwajaran ketiga, Pada bulan Juli, November dan Desember, mengapa biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada dana yang diterima? Apakah ada pelunasan utang besar-besaran atau ada pembelian aktiva secara tunai? Atau apakah pelunasan piutang lebih sedikit daripada pembayaran utang yang jatuh tempo? Ataukah ada PHK karyawan? Atau ada biaya extra ordinary loss (kerugian yang tidak terduga)
  4. Ketidakwajaran keempat, Pada bulan Agustus dan September, mengapa Wajib Pajak hanya memperoleh keuntungan sebesar Rp 1 Miliar (50% dari biaya) padahal biasanya Wajib Pajak memperoleh keuntungan sebesar 100% dari biaya.
  5. Ketidakwajaran kelima, Pada bulan Oktober, mengapa tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian? Apakah pelunasan sama dengan pembayaran utang?

Selain menganalisa transaksi perbankan Wajib Pajak, biasanya Pemeriksa Pajak juga menganalisa pendapatan dan biaya yang dicatat oleh Wajib Pajak dalam pembukuannya kemudian dibandingkan dengan transaksi yang tercatat dalam rekening koran bank Wajib Pajak. Atas analisa tersebut :

  1. Apabila penerimaan bank lebih kecil dari penerimaan penjualan di pembukuan, pemeriksa akan menanyakan ke mana sisa uang jika tidak dilaporkan ke bank. Apakah ada rekening bank lainnya yang tidak dilaporkan oleh Wajib Pajak?
  2. Apabila biaya/pembelian di pembukuan Wajib Pajak lebih besar dibanding pengeluaran di rekening bank, Pemeriksa pajak akan memastikan darimana sumber dana untuk membayar biaya tersebut. Apakah berasal dari utang?
  3. Apabila biaya atau pembelian lebih kecil dibanding dengan pengeluaran di rekening bank, lalu pengeluaran apa yang dilakukan dari bank selain pembelian barang dan biaya perusahaan? Apakah terdapat pembayaran dividen yang tidak dilaporkan Wajib Pajak?

 

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: