JAKARTA. Tekanan inflasi pada Desember 2015 diperkirakan akan menguat. Walaupun begitu, kenaikan harga barang dan jasa di bulan terakhir 2015 diperkirakan lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan Desember tahun 2014 yang sebesar 2,46%.
Perkiraan itu didasarkan pada hasil survei harga pada pekan pertama Desember 2015 oleh Bank Indonesia (BI). Berdasar survei tersebut, inflasi bulan ke bulan (month to month/mtm) pada Desember 2015 sebesar 0,4%. Walau baru memasuki pekan pertama, angka itu lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2015 sebesar 0,21% (mtm).
Tekanan inflasi Desember biasanya memang lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya karena adanya perayaan liburan Natal dan Tahun Baru. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada Desember 2014 terjadi akibat kenaikan indeks kelompok bahan makanan sebesar 3,22%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,96%, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,45%.
Sedangkan pada Desember ini, tekanan diperkirakan terjadi pada barang-barang yang diatur pemerintah atau administered prices. Seperti diketahui, PLN akan melakukan penyesuaian tarif listrik golongan 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA dengan rata-rata kenaikan 11% mulai 1 Desember 2015. Selain itu, tarif di beberapa ruas tol naik.
Faktor lain, pelaksanaan pemilihan umum daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015 akan memberikan dampak ke inflasi.
Walau begitu, menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, pilkada serentak tak berefek signifikan bagi laju inflasi bulan ini. “Menjelang akhir tahun, inflasi Desember antara 0,4%-0,6%,” kata Agus.
Sepanjang tahun 2015, BI memproyeksikan inflasi 2015 lebih rendah dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 4% plus minus 1%. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara sebelumnya mengatakan, inflasi sepanjang 2015 bisa di bawah 3%, yaitu sekitar 2,8%.
Senada Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, peluang inflasi 2015 di bawah 4% cukup terbuka. Asalkan inflasi bulan Desember 2015 tidak melebihi 1,6%-1,7%. Selama ini, inflasi Desember di atas 0,5%.
“Tapi kalau kita lihat, meskipun harga barang di grosir sudah naik lumayan, tapi di eceran pengaruhnya tidak spektakuler. Jadi masih terkendali,” kata Sasmito.
Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih memperkirakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2015 hanya akan naik 0,39%, lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun-tahun sebelumnya 0,5%. “Daya beli masih lemah, walaupun ada faktor musim natal dan tahun baru,” kata Lana. Dengan demikian, inflasi sepanjang 2015 diproyeksikan akan bertengger di level 2,85%.
Sumber: KONTAN
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar