Harga Minyak Jatuh, RUIS Pesimistis Bisa Tumbuh

JAKARTA. Merosotnya harga minyak dunia yang kini di bawah US$ 30 per barel rupanya tak Cuma menyengsarakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), melainkan juga perusahaan-perusahaan jasa penunjang migas. Hal ini seperti PT Radiant Utama Interinsco Tbk yang pada tahun ini saja belum memiliki target kinerja.

Sekretaris Perusahaan RUIS Misyal A. Bahwal mengungkapkan, secara umum industry yang paling berat tahun ini adalah perusahaan minyak. Karena saat harga minyak turun, target yang mereka rencanakan pasti meleset semua.

Ketidakpastian ini juga berdampak pada kinerja RUIS. Perusahaan ini memang tengah menggodok target bisnis 2016 dengan harapan ada pertumbuhan pendapatan beberapa persen. Namun dengan kenyataan harga minyak terus merosot manajemen RUIS menjadi pesimistis untuk bisa tumbuh tahun ini.

Saat ini RUIS memang masih mengikuti beberapa tender kontrak baru. Hanya saja karena semua belum ada kepastian Misyal masih enggan membuka perincian tender proyek yang sedang mereka ikuti maupun target perolehan kontrak yang mereka incar tahun ini. Asal tahu, bisnis RUIS selama ini adalah sebagai penyedia jasa pendukung operasi, jasa kegiatan lepas pantai, jasa inspeksi dan lainnya. Klien-klien mereka diantaranya Chevron, ConocoPhilips, Total E&P Indonesia, dan Inpex Corporation.

Tak cuma mengandalkan bisnis jasa migas, perusahaan ini juga berupaya melakukan diversifikasi usaha agar bisa bertahan. Tetapi keputusan untuk mengubah haluan bisnis tentu saja tak bisa dibuat dengan serampangan dan harus dipikir matang-matang.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar