FADLI ZON SARANKAN CARA LAIN KETIMBANG TAX AMNESTY

RMOL. Pembahasan RUU Tax Amnesty tidak ada hubungannya dengan keputusan pemerintah dan DPR menunda pembahasan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tidak ada hubungannya dengan ini (tax amnesty). Kalau ada fraksi berpendapat sah-sah saja,” tegas Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/2).

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini berpendapat bahwa tax amnesty belum bisa dianggap sebagai solusi dari masalah penerimaan pajak negara. Fadli Zon menyarankan pemerintah memperluas subjek pembayar pajak ketimbang tax amnesty yang cuma mengharapkan repatriasi dana dari luar negeri.

“Tax amnesty belum bisa dikatakan penyelesaian penerimaan pajak. Pemerintah harus memperluas subyek pembayar pajak kita ketimbang tax amnesty,” jelasnya.

Selama ini, pemerintah ngotot mempertahankan argumentasi bahwa tax amnesty dapat menggenjot pemasukan pajak sekaligus aliran dana untuk pembiayaan pembangunan yang dibutuhkan pemerintah. Menkeu RI yakin dengan tax amnesty negara bisa mengalami penambahan kas sekitar Rp 200 triliun. Kemudian, ribuan triliun uang yang ada di perbankan asing akan beredar ke Indonesia melalui sistem perbankan nasional.

Sedangkan Fraksi Gerindra sedari awal menolak rencana kebijakan ini. Disampaikan Anggota Banggar dari Gerindra, Nizar Zahro, Tax Amnesty adalah kebijakan yang berlawanan dengan Target Penerimaan Pajak bila berpijak dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2015-2019 yang menetapkan peningkatan tax ratio sebesar 16 persen dan target pemerintah tahun 2015 yang menetapkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.296 triliun.

Bila dilihat dari data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ada sekitar Rp 77,3 triliun yang masuk ke dalam piutang pajak. Artinya, lanjut dia, bila Tax Amnesty terwujud maka akan ada sebesar Rp 77,3 triliun piutang pajak yang bakal dianggap tidak ada. Jumlah ini sangat signifikan kalau dikonversi secara agregatif terhadap target penerimaan pajak tahun 2015.

Sumber: http://www.pengampunanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pengampunan pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: