SUDAH SAATNYA MASYARAKAT AKTIF BONGKAR PERILAKU KORUP PETUGAS PAJAK

56RMOL. Masyarakat maupun media diimbau untuk aktif menaikkan penerimaan pajak negara. Cara itu diyakini bisa mengejar para oknum pajak yang korup dan sekaligus menghilangkan kebocoran pajak yang terjadi selama ini.

“Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak selama ini mengejar masyarakat atau wajib pajak untuk membayar pajak perorangan demi menaikan penerimaan dari pajak karena penerimaan pajak perorangan masih sangat kecil,” kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Senin (22/2).

Nah, menurut dia, masyarakat bisa juga membantu negara menaikan penerimaan pajak dengan cara membongkar perilaku para petugas atau oknum pajak yang selama ini dikenal korup sehingga tidak banyak kebocoran.

Uchok mengatakan selama ini masyarakat terkesima melihat kalau orang yang bekerja di Dirjen Pajak bisa memiliki kekayaan luar biasa dan beranggapan gaji yang mereka terima besar.

“Memang apa yang dilihat masyarakat itu benar. Tapi mereka kaya bukan karena gajinya besar tapi bisa saja dari hasil korupsi. Dan masyarakat tidak bisa membiarkan kondisi ini terus berlangsung,” ujar Uchok.

Diakuinya, kalau selama ini jajaran petugas pajak yang korup merasa aman karena tidak ada masyarakat yang mengusik, maka sudah saatnya kini dengan momen dimana petugas pajak aktif mengejar pajak masyarakat, masyarakat pun harus aktif membongkar perilaku korup para petugas pajak mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi

Dengan demikian ujarnya, maka bukan hanya target penerimaan pajak yang tercapai, tapi juga target bersih-bersih jajaran pajak bisa tercapai.

Masyarakat pun dihimbau Uchok untuk aktif melaporkan oknum-oknum petugas pajak di lingkungannya yang memiiki kekayaan luar biasa. Dia pun yakin fenomena kasus Gayus Tambunan banyak terjadi di lingkungan Dirjen Pajak.

“Saya yakin kalau dosa para petugas pajak bisa dibongkar, maka penerimaan pajak akan melebihi apa yang ditargetkan. Kalau seorang Gayus saja bisa mengeruk ratusan miliar, maka hitung saja berapa uang negara yang diselewengkan kalau ada seribu Gayus di direktorat jendral pajak,” imbuhnya.

Dia pun menyayangkan sikap Menkeu Bambang Brodjonegoro yang tidak membenahi dulu jajaran Dirjen Pajak ataupun lembaga lain yang ada dibawahnya seperti bea cukai untuk menaikan target penerimaan pajak dengan menghilangkan kebocoran, tapi justru lebih memilih mengejar pajak masyarakat yang saat ini menghadapi kehidupan yang berat akibat pengelolaan ekonomi oleh pemerintah yang tidak beres.

“Sebelum mengejar pajak dari masyarakat, sebaiknya menteri keuangan ataupun dirjen pajak membenahi dulu jajarannya. Target pajak yang tidak tercapai, menurutnya bukan karena masyarakat yang tidak mau membayar pajak, tapi karena tingginya kebocoran. Ini sudah banyak buktinya kok,” tegas Uchok.

Sumber: RMOL

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar