Ketimpangan Antar Daerah Makin Tinggi

JAKARTA. Pembangunan ekonomi di Indonesia belum merata. Menurut kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ketimpangan pembangunan antar daerah di Indonesia dalam kurun waktu 2010-2014 semakin besar.

Evaluasi Bappenas dengan menggunakan koefisien variasi atau Indeks Williamson menunjukkan, indeks ketimpangan pendapatan domestik bruto daerah (PDRB) per kapita dan rasio realisasi pendapatan asli daerah mencapai 0,7. Dari evaluasi yang dilakukan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode tahun 2010-2014 itu menunjukkan, tingkat kesenjangan pembangunan antar daerah sangat besar.

Indeks 0 berarti tidak ada kesenjangan, sedangkan mendekati 1 berarti ketimpangan semakin tinggi. Bappenas menilai ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia mengkhawatirkan.

Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Sektoral Bappenas M. Faiq mengatakan, tingginya ketimpangan pembangunan antar daerah disebabkan beberapa faktor. Seperti pendapatan buruh tani yang makin turun. “Ketimpangan juga dipicu tidak meratanya pembangunan infrastruktur dan investasi,” katanya, pekan kemarin.

Akibatnya  ada kesenjangan ketersediaan sarana prasarana publik yang cukup lebar antara daerah tertinggal dengan daerah maju. Contohnya di sektor pendidikan, kesenjangan yang lebar membuat standar pelayanan minimum (SPM) jarak rata-rata yang harus ditempuh siswa ke sekolah tidak terpenuhi.

Di tingkat Sekolah Dasar (SD), rata- rata jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah di daerah tertinggal mencapai 9,75 kilometer (km). Jarak itu  di atas rata- rata jarak di daerah maju yang hanya 2,43 km dan nasional 5,78 km.

Data Bappenas menunjukkan, daerah tertinggal paling banyak berada di Indonesia timur. Pada akhir 2014 di wilayah itu ada 105 kabupaten kota atau 45,8% dari total kabupaten tertinggal sebanyak 127 kabupaten. Sedang di wilayah barat 22 kabupaten kota atau 7,8% dari total.

Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas Roni Dwi Susanto menambahkan, agar ketimpangan tersebut semakin memburuk, pemerintah harus meningkatkan keterjangkauan antar wilayah dengan pembangunan sarana transportasi. Selain itu juga mendorong investasi dan industri ke daerah tertinggal.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: