Bank Wajib Lapor Transaksi Kartu Kredit ke Ditjen Pajak, Bos BRI Belum Baca

Set of color credit cards isolated on white background

Jakarta -Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Asmawi Syam, kaget mendengar terbitnya aturan kewajiban untuk  perbankan melaporkan data transaksi kartu kredit kepada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan. Asmawi mengaku telah mengetahui rencana tersebut sebelumnya.
Namun, bos bank berkode saham BBRI ini tak menyangka bahwa aturan itu sudah terbit dan berlaku sejak 22 Maret 2016.

“Belum baca, bukan belum tahu,” ungkapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Ia pun merasa tidak pernah ada koordinasi sebelumnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) , Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun Ditjen Pajak.

“Ya mungkin perbankan yang lain. Saya cek dulu,” jelas Asmawi.

Asmawi mengatakan, sisi kerahasian data perbankan berdasarkan undang-undang (UU) adalah untuk simpanan. Sementara untuk transaksi kartu kredit, Ia belum mengetahui secara rinci.

“Kalau terkait itu kita nggak boleh laporkan saldo rekening tabungan debitur itu yang pasti. Kalau ini transaksi apa, saya nggak jelas,” pungkasnya.

 

Sumber: detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: