Layanan Jasa Bandara Jasa Angkasa Disetop

JAKARTA – Perusahaan layanan jasa bandar udara (bandara), PT Jasa Angkasa Semesta Tbk, mendapatkan getah atas insiden tabrakan pesawat Batik Air dan pesawat Transnusa Air Services di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah membekukan sementara, izin operasi anak perusahaan PT Cardig Aero Services Tbk tersebut.

Kemhub menilai perusahaan ground handling itu lalai menjalankan prosedur. “Untuk izin ground handling dibekukan langsung dan ditangani oleh  yang lain sampai rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dipenuhi,” tandas Julius Adravida Barata, Kepala Pusat Penerangan Publik Kementerian Perhubungan  kepada KONTAN, Selasa (5/4).

Tak cukup di Bandara Halim Perdanakusuma, Kemhub juga membekukan izin operasi Jasa Angkasa di bandara lain. Kemhub menegaskan, Jasa Angkasa tak boleh menjalankan kegiatan ground handling sampai mereka memenuhi rekomendasi yang akan dikeluarkan KNKT.

Kendati begitu, perusahaan berkode saham JASS di Bursa Efek Indonesia tersebut masih menjalankan bisnis ground handling seperti biasa. Manajemen Jasa Angkasa menyatakan sampai berita ini naik cetak, belum menerima pemberitahuan pembekuan izin operasi dari Kemhub.

Lagi pula, Jasa Angkasa mengkhawatirkan operasional maskapai penerbangan di bandara akan terganggu jika aktivitas layanannya dihentikan. “Klien kami kebanyakan maskapai internasional,” terang Yoyok Priyowihono, Sekretaris Perusahaan Jasa Angkasa Semesta Tbk.

Selain di Bandara Halim Perdanakusuma, Jasa Angkasa juga menggelar bisnis di bandara Soekarno Hatta Banten, Bandara Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Juanda Surabaya. Per hari, rata-rata Jasa Angkasa menangani jasa groung handling untuk 120 penerbangan.

Gelar investigasi

Namun begitu, Jasa Angkasa tak menampik jika saat insiden terjadi, kru merekalah yang tengah menangani pemindahan pesawat jenis ATR 42.600 PK TNJ milik maskapai Transnusa Air Services. Perusahaan itu telah menyerahkan proses investigasi kepada pihak berwenang. Mereka mengaku akan tunduk pada hasil investigasi dan menjalankan rekomendasi KNKT.

Sebelum muncul sanksi terhadap Jasa Angkasa, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav, telah memberikan sanksi kepada tiga karyawan Air Traffic Control (ATC). “Kami evaluasi dan investigasi, factor apa yang membuat kejadian ini terjadi,” ujar Wisnu Darjono, Direktur Operasi Airnav.

Insiden dua pesawat terbang terjadi Senin (4/4) malam. Pesawat terbang Batik Air nomor penerbangan ID 7703 yang hendak tinggal landas, bersinggungan dengan pesawat ATR 42-600 milik Transnusa. Kedua pesawat tersebut pun rusak.

Sumber : KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: