Lampu Hijau Impor Sapi Menyala

Kementerian Pertanian mengeluarkan rekomendasi impor sapi bakalan mencapai 400.000 ekor hingga akhir tahun ini

JAKARTA. Setelah ditunggu lebih dari sebulan, Kementerian Pertanian (Kemtan) akhirnya menetapkan rekomendasi impor sapi bakalan. Berbeda dari kebiasaan sebelumnya, rekomendasi yang diketok akhir April tersebut tak hanya menetapkan kuota untuk kuartal II-2015, melainkan sekaligus kuota impor hingga akhir tahun ini.

Rekomendasi ditetapkan untuk dua tahap impor, yakni Mei-Agustus 2016 sebanyak 250.000 ekor dan September-Desember 2016 yang mencapai 150.000 ekor. Jumlah ini melengkapi izin 200.000 ekor yang telah dikeluarkan pemerintah untuk kuartal I-2016. Alhasil, total impor sapi bakalan tahun ini menjadi 600.000 ekor.

Direktur Perbibitan dan Produksi Peternakan Kemtan Surachman  Suwandi bilang, jumlah rekomendasi impor ini sudah disetujui dalam rapat dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian. “Kami akan segera mengeksekusi,” ujarnya kepada KONTAN, Selasa (3/5).

Tiga syarat importir

Dengan adanya kepastian kuota impor hingga akhir tahun ini, pemerintah membuka kesempatan bagi siapapun yang memenuhi syarat untuk mendatangkan sapi bakalan.

Sebagai informasi, untuk periode impor Mei-Agustus ini, Kemtan telah menerima pengajuan impor sebanyak 527.130 ekor dari 39 perusahaan penggemukan sapi atau feedloter. Namun, Surachman memastikan tak akan meloloskan semua permintaan ini untuk menerima izin impor dari Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Karyanto Suprih, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri menyebut, untuk menjadi importir sapi bakalan ini tidak sulit asal memenuhi sejumlah persyaratan. Setidaknya ada tiga persyaratan penting agar perusahaan dapat mengajukan izin impor sapi bakalan.

Pertama, memiliki kandang dan peternakan dengan kapasitas sesuai dengan jumlah impor sapi yang diajukan. Kedua, memiliki permodalan yang kuat. Maklum, importir akan harus mengeluarkan uang sendiri dari mulai membeli sapi, biaya pengangkutan, hingga biaya perawatan dan pemeliharaan.

Ketiga, memiliki relasi dan jaringan bisnis yang luas di luar negeri. Hal ini penting karena importir tak punya waktu banyak untuk merealisasikan izin impor yang telah diperolehnya. “Jika syarat ini dipenuhi, pasti dapat izin impor,” ujarnya.

Dengan syarat permodalan ini, tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, importir sapi bakalan yang mampu bertahan umumnya adalah unit usaha yang dimiliki oleh perusahaan besar yang sudah berpengalaman di bidang peternakan. Misalnya, PT Austrasia Stockfeed dan PT Santosa Agrindo yang merupakan unit usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Adapula PT Great Giant Livestock (GGL) dan PT Nusantara Tropical Farm (NTF) milik Grup Gunung Sewu.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: