Efek Paket Diharapkan Dorong Ekonomi Kuartal II

10

Jakarta. Di saat banyak pihak meragukan pertumbuhan ekonomi bisa 5% tahun ini, pemerintah yakin 12 paket kebijakan ekonomi yang sudah ditelurkannya sejak akhir tahun lalu akan terasa di kuartal II 2016 saat ini. Efeknya, pertumbuhan ekonomi di kuartal II lebih tinggi dari 5%.

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kuartal II akan lebih tinggi dari kuartal I yang sebesar 4,9%.

Untuk memastikannya, pemerintah terus memantau implementasi paket kebijakkan jilid I hingga 12, termasuk penyiapan infrastruktur dasar. Pemerintah juga akan terus memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Untuk memperlancar implementasi paket kebijakan, pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mengecek pelaksanaan hingga kabupaten/kota.

Menurut Darmin, paket kebijakan ekonomi pemerintah baru bisa dilihat dampak positifnya dalam jangka menengah dan jangka panjang. “Sinyal penguatan ekonomi kini mulai mengarah ke perbaikan,” katanya, akhir pekan lalu.

Bertolak belakang

Kata Darmin, sinyal perbaikan terlihat dari peningkatan realisasi pertumbuhan ekonomi. Jika di kuartal I 2015 sebesar 4,7%, naik menjadi 5,04% pada kuartal IV 2015. “Kami yakin kuartal II di atas 5%, karena start-nya pada 4,9% di kuartal I 2016,” katanya.

Pertumbuhan yang lebih tinggi, menurut Darmin, salah satunya didorong investasi. Dengan sejumlah deregulasi kebijakan yang telah dilakukan, diharapkan investor akan lebih senang berinvestasi langsung ketimbang di obligasi atau portofolio saham.

Antara lain investasi pada infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan tol. “Kemudahan prosedur yang kami lakukan tentu akan mendorong tambahan investasi. Tapi tidak secepat dalam situasi normal,” ujar Darmin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin memperkuat ucapan Darmin. Menurutnya, paket kebijakan pemerintah mulai kelihatan manfaatnya. Percepatan serapan anggaran di awal tahun, baik infrastruktur, dana desa dan bantuan sosial akan memacu gerak ekonomi.

Selain itu, sejumlah sektor seperti pertanian dan perdagangan juga turut berkontribusi pada peningkatan investasi kuartal II 2016. Suryamin mencontohkan, petani sudah memasuki musim panen sehingga pendapatannya naik.

Sektor perdagangan juga meningkat mengingat masuknya bulan Ramadan. “Pertanian, perdagangan, serapan anggaran, dan paket kebijakan menjadi pendorong ekonomi kuartal II,” katanya.

Namun optimisme itu sepertinya bertolak belakang dengan Bank Indonesia (BI). Sebab BI telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 dari 5,2%-5,6% menjadi 5%-5,4%. Hal itu dipicu rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016. Kondisi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini juga diperkirakan lebih lemah dibanding sebelumnya.

Dari sisi domestik, BI melihat pertumbuhan konsumsi dan investasi belum cukup kuat, meski telah ada stimulus moneter dan fiskal. Peningkatan investasi sektor publik dan pembangunan infrastruktur juga belum mampu mendorong investasi swasta.

Sumber: Harian Kontan 30 Mei 2016

Penulis :Muhammad Yazid, Asep Munazat Zatnika

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.c



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: