Penjualan kawasan industri mulai menggeliat

JAKARTA. Kuartal II-2016 ini, penjualan lahan industri mulai menunjukkan perbaikan. Maklum semenjak tahun lalu dan sampai kuartal I-2016, bisnis lahan industri belum banyak mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Ambil contoh hasil dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Pada kuartal I-2016, emiten saham ini sama sekali belum mencatatkan penjualan lahan industri. Mulai Mei 2016, SSIA mencatatkan penjualan lahan industri sekitar 1,1 hektare (ha) di Cikarang Timur.

Erlin Budiman, Hubungan Investor Surya Semesta Internusa Tbk, menyatakan, SSIA menargetkan penjualan lahan industri bisa naik di kuartal II-2016. Namun dia ia belum bisa memberikan perincian lebih detail. Sampai akhir tahun ini Surya Semesta Internusa menargetkan penjualan lahan industri sekitar 30 ha.

Segendang sepenarian, Cuncun Wijaya, Kepala Hubungan Investor PT Modernland Realty Tbk, menyatakan, pada kuartal II-2016 ini pebisnis mulai menanyakan ketersediaan lahan industri. Hanya, Cuncun belum bisa membeberkan jumlah penjualan perusahaan berkode saham MDLN ini di kuartal II-2016.

Sampai dengan kuartal I-2016, MDLN mengklaim sudah melego lahan lima hektare, dari target tahun ini yang sebanyak 160 ha.

Sementara, Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) juga tidak menampik terjadi kenaikan permintaan lahan industri yang mereka kelola. Namun Tondy  juga masih merahasiakan penjualan lahan industri salah satu lini bisnis Grup Sinar Mas ini hingga akhir Mei 2016. “Nanti saja menunggu keseluruhan kuartal II. Tahun ini kami menargetkan menjual 50-60 hektare,” ungkapnya, kemarin.

Harga belum naik

Geliat penjualan lahan di kawasan industri ini membuat pengembang kembali bergairah mencari lahan baru. Surya Semesta misalnya, mulai memperluas lahan mereka yang ada di Subang.

Perusahaan ini sudah mengantongi izin lahan seluas 2.000 hektare di sana. Hingga April kemarin, SSIA sudah membebaskan lahan sekitar 412 ha. Ia menargetkan pembebasan lahan bisa bertambah 600 ha lagi sampai dengan akhir tahun ini.

Meski demikian secara umum bisnis lahan industri belum bergairah, sehingga harga jual lahan industri yang dikelola SSIA juga stagnan sejak akhir tahun lalu. “Harga jual kami masih berada di posisi US$ 170 per meter persegi (m²),” terang Erlin kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Demikian juga lahan industri Puradelta. “Harga rata-rata lahan industri di kawasan properti Kota Deltamas sudah mencapai Rp 2,3 juta per m²,” kata Tondy.

Lain halnya dengan Modernland. Untuk menambah pendapatan, perusahaan ini pilih mengembangkan bisnis gudang sewa. Dalam waktu dekat, MDLN bakal membuka penawaran penjualan gudang sewa kepada investor.  Namun Cuncun belum bersedia membeberkan informasi detil mengenai proyek ini.

Sumber: Harian Kontan, 7 Juni 2016

Penulis : Putri Werdiningsih

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: