Bujet Seret, Utang Dua Proyek Kereta Api Belum bisa Cair

JAKARTA. Nasib proyek pembangunan jalur rel kereta api masih menggantung. Pasalnya, hingga kini Kementerian Perhubungan (Kemhub) masih kesulitan untuk mencairkan pinjaman atau utang luar negeri untuk dua proyek kereta api senilai Rp 1,8 triliun.

Dua pinjaman proyek kereta api itu terdiri  dari, pertama sebesar Rp 447 miliar dari Prancis. Utang itu akan digunakan untuk membiayai proyek elektrifikasi jalur ganda Bandung-Cicalengka. Kedua pinjaman dari China Rp 1,4 triliun untuk pengadaan rel proyek kereta api di daerah Sulawesi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo, Kemhub belum bisa mencairkan pinjaman luar negeri itu lantaran tak ada dana pendaping dari rupiah murni. “Syaratnya, utang luar negeri harus ada dana pendamping dari rupiah murni, dan itu belum ada alokasinya di APBN,” ujar Prasetyo, Kamis (16/5).

Selain itu, khusus untuk pinjaman dari Prancis, pencairannya tertunda lantaran konsep proyek dan krediturnya belum jelas. Menurut Prasetyo, untuk proyek ini, ada proyek jembatan dan proyek pembangunan jalur rel biasa. Sedangkan pinjamannya belum jelas apakah akan dikucurkan oleh Pemerintah Prancis langsung atau lewat Bank Pembangunan Prancis.

Sekretaris Jenderal Kemhub Sugihardjo menambahkan, belum adanya dana pendamping dalam bentuk rupiah murni untuk proyek kereta api ini disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah saat ini. Lagi pula, kata dia, kedua proyek kereta api itu saat ini belum terlalu mendesak.

Namun, Sugihardjo menyatakan tahun depan Kemhub akan berupaya untuk bisa mencairkan pinjaman proyek tersebut. “Tahun depan akan dibahas oleh dirjen bersama Menteri,” kata Sugihardjo.

Sumber: Harian Kontan, 17 Juni 2016

Penulis : Agus Triyono

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar