Telat Bayar Iuran BPJS, Denda 2,5% Menanti

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerbitkan aturan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan BPJS Kesehatan nomor 2 tahun 2016 tentang Tata Cara Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan dan Pembayaran Denda Akibat Keterlambatan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan yang ditetapkan pada 21 Juni 2-16.

Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan, sosialisasi tentang denda keterlambatan pembayaran iuran ini telah dilakukan sejak Maret 2016. “Sedangkan aturan turunannya ini hanya bersifat teknis pelaksanaannya,” ujarnya, Rabu (29/6).

Beberapa poin yang diatur dalam ketentuan teknis yang berlaku mulai 1 Juli 2016 ini antara lain menyangkut denda keterlambatan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Dalam beleid ini, besaran denda yang dikenakan yakni sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan yang tertunggak. Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 bulan dan denda maksimal Rp 30 juta.

Denda ini dibayarkan sebelum peserta mendapatkan surat eligibilitas peserta lewat inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan diperhitungkan kembali kelebihan atau kekurangannya setelah FKRTL menyampaikan diagnosa akhir peserta.

Peserta atau pemberi kerja yang menunggak selama 12 bulan atau lebih sebelum 1 Juli 2012, pembayaran iuran tertunggaknya akan dihitung maksimal 12 bulan.

Bagi peserta yang tidak mampu, dokumen rujukan rawat inap dari FKTP dilengkapi dengan surat keterangan tidak mampu dari instansi yang berwenang. Sementara itu, bagi peserta atau pemberi kerja yang tidak membayar denda selambat-lambatnya 3×24 jam hari kerja atau sebelum peserta pulang apabila dirawat kurang dari tiga hari maka pelayanan rawat inap peserta tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Dalam aturan turunan ini, pemerintah juga mengatur tentang prosedur pembayaran denda. Bagi peserta pekerja penerima upah, pembayaran denda dilakukan sekaligus. Sementara itu, bagi peserta pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja, pemerintah memberi pilihan yakni bisa dibayar sekaligus atau secara bertahap hingga tiga kali pembayaran.

Orang miskin

Meski pemerintah mengenakan denda bagi penunggak iuran BPJS Kesehatan, tapi denda ini tak berlaku bagi peserta yang tidak mampu. Syaratnya, dengan melampirkan bukti surat keterangan tidak mampu dari Dinas Sosial atau instansi yang berwenang. Peserta yang masuk kategori tidak mampu ini merupakan peserta yang terdaftar dengan hak perawatan kelas III.

Dalam hal keterlambatan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan lebih dari satu bulan, maka BPJS Kesehatan akan menghentikan sementara penjaminan peserta. Status kepesertaan akan aktif kembali apabila peserta membayar iuran bulan tertunggak paling banyak untuk waktu 12 bulan dan membayar iuran pada bulan saat peserta ingin mengakhiri penghentian sementara jaminan.

Kemudian, dalam 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya.

Meski aturan turunan tentang pembayaran iuran BPJS Kesehatan ini telah terbit, tapi Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai BPJS Kesehatan tidak serius dalam menetapkan payung hukum ini. Pasalnya, jarak antara penerbitan aturan dan  pemberlakuannya cukup singkat, sehingga sosialisasinya sangat minim. Akibatnya aturan ini bisa tak efektif.

Sumber: Harian Kontan, Kamis 30 Juni 2016

Penulis: Handoyo

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: