Operasi Pasar Gagal Turunkan Harga

JAKARTA – Sepekan menjelang Lebaran, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok melonjak tinggi. Padahal, pemerintah telah berupaya meredam lonjakan harga dengan menggalakkan operasi pasar. Namun, kenyataan di lapangan masih jauh panggang dari api.

Terbukti, harga-harga sejumlah komoditas pangan masih bertahan di level tinggi. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri bilang, saat ini harga pangan di pasar justru melonjak sekitar 10%-15%.

Ia mencontohkan, harga daging sapi yang sudah naik menjadi rata-rata Rp 126.000 per kilogram (kg). Harga ini jauh di atas target pemerintah sebesar RP 80.000 per kg. Harga daging ayam juga sudah berada di kisaran rata-rata Rp 37.000 hingga Rp 38.000 per kg. “Harga itu masih berpotensi naik tiga hari menjelang Lebaran,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (29/6). Komoditas lain seperti bawang merah juga mencatat kenaikan harga menjadi Rp 39.000 per kg di Jakarta, dari sebelumnya di kisaran Rp 30.000 per kg.

Ngadiran, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menambahkan, kenaikan harga pangan paling besar akan terasa di komoditas non industri, seperti daging sapi,  bawang merah, cabai, dan sayuran. Kenaikan harga ini bisa di atas 15%. Sementara komoditas pangan industri kenaikannya hanya di kisaran 10%.

Kenaikan harga pangan ini terjadi karena sebagian besar pedagang sudah tak berjualan dan mudik Lebaran. Kondisi ini mempengaruhi stok atau pasokan pangan di pasar-pasar. Selain itu, ongkos transportasi juga mahal karena ada yang harus kerja lembur dalam mendistribusikan pangan.

Abdullah menilai, masih tingginya harga-harga pangan menjadi indikasi kuat bahwa upaya pemerintah menurunkan harga lewat intervensi pasar tidak berhasil. Menurutnya, kegiatan operasi pasar yang tak ubahnya seperti pemadam kebakaran. Artinya, hanya dilakukan di waktu dan tempat tertentu saja. Akibatnya, operasi pasar tak efektif meredam lonjakan harga.

Pemerintah tidak siap

Ia juga menilai kegagalan pemerintah menekan kenaikan harga lebih dikarenakan ketidaksiapan pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Padahal, pasokan harus benar-benar mencukupi karena permintaan masyarakat tinggi menjelang Lebaran. “Operasi pasar yang dilakukan pemerintah itu tidak efektif. Karena itu, harus diakui kalau pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang untuk menekan harga,” ujarnya.

Menurut Abdullah, seharusnya pemerintah melakukan perencanaan jangka panjang. Pemerintah juga perlu melakukan pendekatan kepada para petani dan pedagang di pasar-pasar tradisional. Baik itu dalam bentuk permodalan dan perbaikan distribusi dan angkutan. “Subsidi pada distribusi pangan juga penting untuk menekan kenaikan harga dan itu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat,” tuturnya.

Ngadiran juga mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan dari sisi pasokan pangan di tahun depan agar peristiwa yang terjadi dari tahun ke tahun ini tidak terus berulang. Dengan pelbagai kebijakan yang bersifat instan, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah seolah tidak pernah belajar dari pengalaman serupa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah dengan menggandeng BUMN dan swasta gencar melakukan operasi pasar di sejumlah daerah. Bahkan, Kementerian Pertanian telah menggandeng 11 importir daging untuk membombardir pasar melalui operasi pasar. Total ada 8.110 ton daging beku dan 1.000 ekor sapi hidup di operasi pasar yang digelar selama dua minggu sebelum Lebaran di seluruh Indonesia.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga membentuk tim lintas kementerian untuk memotong rantai pasok komoditas pangan dari hulu ke hilir. Harapannya, tata niaga dan proses distribusi komoditas pangan jauh terkontrol dan tidak menimbulkan gejolak.

Sumber: Harian Kontan, Kamis 30 Juni 2016

Penulis: Noverius Laoli

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: