Dana Panas Menekan Asia Tenggara

Image result for dana panas tekan pasar finansial

Selama yield di AS tinggi, dana asing masih bisa keluar dari emerging market

JAKARTA. Pasar finansial Indonesia masih tertekan. Dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terkoreksi masing-masing sebesar 2,48% dan 0,85%.

Koreksi ini ditandai dengan keluarnya dana asing. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sebulan terakhir, asing sudah membukukan net sell Rp 11 triliun. Namun, dalam enam bulan terakhir, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 7,68 triliun.

Bukan hanya di Indonesia, dana asing juga keluar dari bursa saham sejumlah negara di Asia Tenggara. Di bursa saham Thailand, asing mencetak net sell US$ 411,5 juta. Adapun di bursa saham Filipina, asing membukukan net sell US$ 257,55 juta.

Kondisi pasar valuta di Asia Tenggara juga seirama dengan pasar sahamnya. Faisyal, Research and Analyst Monex Investindo Futures, menilai, pelemahan mata uang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keluarnya dana asing, baik di pasar saham maupun obligasi.

Setelah pengumuman suku bunga The Fed, mata uang di kawasan Asia memang cenderung tertekan. Di Malaysia, misalnya, nilai tukar ringgit anjlok hingga level terlemah sejak 1998, seiring koreksi di pasar saham setempat.

Kejatuhan pasar finansial Malaysia juga dipicu memanasnya kondisi politik di negeri itu. “Sentimen masing-masing negara berbeda, sementara di Indonesia ekonomi cenderung stabil,” ujar Faisyal.

Lantaran dollar AS terus menguat, pelaku pasar memindahkan asetnya ke AS, terutama di obligasi pemerintah dan mata uang. Investor menjauh dari emerging market lantaran imbal hasil kalah besar. Di samping itu, aksi profit taking menjelang akhir tahun menjadi alasan asing  untuk sementara keluar.

Rupiah bisa terseret

Selama yield obligasi di AS lebih tinggi, analis memperkirakan net sell asing masih bakal berlanjut. Tapi, bila kinerja positif emiten serta ekonomi benar-benar membaik, investor asing bisa kembali masuk.

Apalagi, dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia masih lebih menarik. Selain menawarkan imbal hasil jumbo, Indonesia punya kelebihan, misalnya populasi besar, situasi politik relatif terkendali. “Jika pun asing keluar, mereka cuma profit taking,” ungkap Analis Recapital Securities Liga Maradona, kemarin.

Cuma, analis juga melihat bila net sell asing berlanjut, kurs rupiah akan tertekan. Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd memprediksi rupiah akan melemah ke level 13.700 per dollar AS di kuartal I-2017.

Standard Chartered Plc juga memprediksi rupiah melemah ke Rp 13.500 per dollar AS di kuartal I-2017 dan Rp 13.700 per dollar AS di semester I-2017. Pelemahan terjadi karena defisit transaksi berjalan berpotensi melebar.

Sumber : Harian Kontan 21 Desember 2016

Penulis : Elisabet Lisa Listiani, Wuwun Nafsiah

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: