Perusahaan Properti Agresif Tambah Landbank

Hasil gambar untuk lahan di jabodetabek

Perum Perumnas alokasikan Rp 1 triliun untuk menambah stok lahan (landbank) seluas 400 Ha

JAKARTA. Perusahaan property agresif menambah cadangan lahan atau landbank tahun 2017 ini. Salah satunya, Perum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) yang akan menambah landbank sekitar 400 hektare (ha).

Hakiki Sudrajat, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Perum Perumnas bilang, akan mempersiapkan dana sekitar Rp 1 triliun untuk ekspansi lahan. Dari total dana itu, Rp 250 miliar dari dana penyertaan modal Negara atau PMN yang disetujui tahun 2016. “Sisa dana dari kas internal dan pinjaman perbankan,” ujar Hakiki, akhir pekan lalu.

Bambang Triwibowo, Direktur Utama Perumnas, menambahkan, ketersediaan lahan menjadi tantangan Perumnas untuk menyediakan rumah bagi masyarakat. Pasalnya, pembebasan lahan butuh proses panjang. “Apalagi yang dimiliki oleh masyarakat,” tutur dia.

Oleh karena itu, selain menambah landbank, Perumnas juga menggandeng badan usaha milik Negara (BUMN) guna mengelola lahan menganggur. Sejumlah perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan Perumnas, antara lain : PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pertani, PTPN II, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan. “Kami juga baru menjalin kerjasama dengan PT Semen Indonesia untuk pemanfaatan lahan menganggur,” kata Bambang.

Tak hanya itu, Perumnas juga akan mengelola lahan menganggur milik Bank Tabungan Negara (BTN). Total lahan menganggur milik instansi Negara itu bisa mencapai 1.000 hektare (ha) yang tersebar di Jabodetabek dan Jawa Barat. Tahap awal, perumnas melakukan kajian lahan milik KAI seluas 5 ha yang ada tiga lokasi, yakni; stasiun Bogor, stasiun Tanjung Barat dan stasiun Pondok Cina.

Kajian juga dilakukan di lahan milik Pertani seluas 6 ha. “Lokasi lain akan kami lakukan survey lokasi terlebih dahulu,” ujar Hakiki. Di atas kertas, Perumnas menargetkan membangun 30.000 unit rumah tahun ini. Target tersebut lebih tinggi ketimbang realisasi tahun 2016 sebanyak 18.000 unit.

Sejatinya tahun ini Perumnas menganggarkan belanja modal Rp 4 triliun. Selain untuk tambah landbank, dana tersebut digunakan untuk membangun proyek.

Jabodetabek incaran

Selain Perumnas, PT Metropolitan Land juga mengalokasikan dana Rp 160 miliar untuk menambah lahan tahun ini. Anhar Sudradjat, Wakil Presiden Direktur Metropolitan Land bilang, penambahan landbank dilakukan di Cibitung, seluas 100 hektare (ha).

Perusahaan yang mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode MTLA itu saat ini telah mengakusisi lahan 320 ha di kawasan tersebut. “Di Cibitung kami memiliki 420 ha, sekitar 320 ha telah kami akusisi dan sisanya kami selesaikan di tahun 2017,” ujar Anhar. Selain Cibitung, MTLA juga membidik lokasi di Jakarta dan daerah lain.

Sedangkan PT Hanson International Tbk juga membidik landbank 200 ha. Hermawan Raharjo, Corporate Finance dan Investor Relations Hanson Intenational menambahkan, penambahan lahan focus di sekitar Jakarta seperti Maja, Tangerang, dan Serpong, Tangerang Selatan.

Untuk akusisi lahan, emiten berkode saham MYRX itu menyiapkan belanja modal Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. “Nilainya bisa berubah tergantung harga lahan di kedua kawasan itu,” ujar dia.

Sumber : Harian Kontan 03 Januari 2017

Penulis : Wahyu Satriani, Elisabeth Lisa Listiani

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: