Target Dua Juta Tenaga Kerja

Hasil gambar untuk tenaga kerjaJAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran terbuka per Agustus 2016 tercatat 5,61% turun dari Agustus tahun 2015 yang sebesar 6,18%. Berbagai kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah diklaim mampu mengurangi angka pengangguran.

Menteri ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, Kementerian Tenaga Kerja terus berusaha menurunkan angka pengangguran.

Salah satunya dengan menguatkan akses dan mutu pelatihan kerja. Ada empat kebijakan yang akan digunakan pemerintah untuk menguatkan akses dan mutu pelatihan kerja. Antara lain: penguatan informasi pasar kerja, pelatihan vokasional dan pemagangan, ” Serta keterlibatan dunia usaha dan kemitraan sosial,” ujar Hanif. Lewat berbagai usaha itu, pemerintah berharap tidak terjadi mismatch antara kebutuhan dunia kerja dengan tenaga kerja yang tersedia.

Menaker mengatakan, perubahan dunia kerja begitu cepat, terutama karena perkembangan teknologi. Hal itu berdampak pada perubahan karakter pekerjaan juga. Oleh karena itu, harus ada penyesuaian antara kompetensi pekerja dengan permintaan tenaga kerja.

Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai lembaga pemeirntah untuk melaksanakan pelatihan kerja harus mengiktui pelatihan kerja harus mengikuti perubahan tersebut agar mampu meningkatkan segi kualitas sekaligus mampu mengangkat kuantitas. “Pemagangan sistematik juga harus digalakkan, yakni memang berbasis jabatan dan diakhiri dengan uji kompetensi,” ujarnya.

Dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja harus didorong untuk melakukan invesasi di bidang sumber daya manusia. “Untuk itu kerjasama antara dunia usaha dengan pekerja perlu diperkuat,” katanya.

Hanif mengakui pendidikan formal dan kualitas lembagai pelatihan yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja. Berdasarkan data BPS, dari 114 juta orang yang bekerja, 90% adalah lulusan SMA dan dibawahnya.

Untuk itu, ia berharap beberapa kebijakan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sesuai target pemerintah pada tahun 2017 sebanyak 2 juta orang.

Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada Tadjudin Nur Effendy mengatakan, tahun ini pengangguran terbuka berkurang 537.000 orang. Lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja dengan jumlah besar hanya ada beberapa saja. Yakni sektor manufaktur 285.000 pekerja, pariwisata lebih dari 1 juta pekerja, dan teknologi informasi sebanyak 502.000 kerja. “Sektor pertambangan meski belum pulih, tapi menyerap tenaga kerja sebanyak 147.000 dari tahun sebelumnya yang minus,” kata Tadjudin.

Lapangan pekerjaan ini, lanjut Tadjudin, sangat bergantung pada program pemerintah dan iklim investasi tanah air. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah fokus pada sektor atau industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Seperti infrastruktur dan pariwisata yang sudah terbukti membuka banyak lapangan pekerjaan.

Peningkatan Upah

Bukan hanya soal menyerap tenaga kerja, menurutnya pemerintah juga harus sudah memperhatikan tingkat upah pekerja. Sebab, jika hanya bekerja namun penghasilan tidak memadai alias tidak sebanding dengan pengeluaran, maka penyerapan tenaga kerja tak akan berhasil menurunkan tingkat kemiskinan. Makanya, setiap tahun harus ada penyesuaian upah minimum dengan inflasi dan faktor ekonomi lainnya.

Hanif mengaku, pemerintah menyadari hal tersebut. Menurutnya, tahun depan, UMP akan naik sekitar 8,25%. Angka itu diperoleh berdasarkan formula yang ditetapkan lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 78/2015 tentang Pengupahan.

Skema pengupahan tersebut, kata Hanif bisa menjamin pekerja tetap bekerja dan mendapat kepastian kenaikan upah tiap tahun.

“Di sisi lain, pengusaha juga mendapatkan kepastian hitungan kenaikan upah yang dapat diprediksi setiap tahun,” katanya. Kepastian Usaha terjamin lewat PP itu.

Penulis: Sinar Putri SC.

Sumber: Harian Kontan, 26 Desember 2016

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: