Buih Cukai Soda

13

Pemerintah tengah mencari cara untuk melakukan ekstensifikasi dalam penerimaan cukai. Salah satu cara adalah menambah objek baru untuk dikenakan cukai.

Hanya upaya ini harus menunggu kesepakatan pemerintah dan DPR atas target penerimaan bea dan cukai dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara Perubahan (RAPBNP) 2015. Dalam APBN 2015, target penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 178,2 triliun.

Salah satu yang akan diusulkan adalah cukai minuman berkarbonasi. Dalihnya : minuman bersoda berpotensi mengganggu kesehatan sehingga dibutuhkan pengendalian.

Jika kebijakan ini yang jadi pilihan, harga minuman bersoda sudah pasti akan naik. Sebab, pemerintah sudah memasang target tinggi dari penerimaan cukai minuman bersoda yakni Rp 3 triliun. Ini setara dengan pengenaan cukai Rp 3.000.

Data Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) menyebutkan, penjualan minuman berbuih di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pasar minuman berkarbonasi tahun ini berpeluang tumbuh 7% dengan 698,2 juta liter di tahun 2014 menjadi 747 juta liter tahun 2015 ini.

Peluang bisnis minuman bersoda berbuih juga masih dimungkinkan lantaran konsumsi warga Indonesia masih rendah, yakni baru di angka 3 liter per kapita. Filipina 34,1 liter, Thailand 32,2 liter, Malaysia 19 liter, Vietnam 6,2 liter, Kamboja 4,5 liter.

Keinginan pemerintah Indonesia mengenakan cukai di minuman bersoda mirip dengan kebijakan di Prancis, Denmark, Hongaria, dan Amerika Serikat. Sejak tahun 2013 lalu, negara-negara tersebut mengenakan pajak tambahan atas minuman ringan. Bedanya: kebijakan di luar negeri tidak menyebut secara spesifik pajak tambahan itu berlaku untuk minuman bersoda.

Pajak berlaku untuk minuman dengan kadar gula yang tinggi. Sebab, minuman berkadar gula tinggi bisa berkaitan erat dengan kesehatan seperti naiknya penderita diabetes, obesitas.

Gara-gara ini pula, dua negara bagian di Amerika Serikat mengenakan pajak berbeda yakni 6% dan 1,5% ke minuman yang manisnya kelewatan. Di negara bagian yang lain, seperti New York, bahkan ada larangan menjual minuman berpemanis gula dengan berat lebih dari 16 ons atau sekitar 453 gram di tempat umum antara lain seperti restoran, stadion, dan bioskop.

Ini artinya, ada peluang Kementrian Keuangan (Kemkeu) untuk mempertimbangkan cukai ke produk minuman lain yang berefek negative bagi kesehatan warga.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: