Di balik berita krisis moneter, korupsi dan acara pernikahan Gibran yang merupakan news of the week bulan Juni 2015, rupiah merosot terus begitu pula Indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu publik dihebohkan dengan polemik pengangkatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) baru yang dianggap politisasi jabatan. Panglima TNI Moeldoko juga membuat gebrakan dengan mengorbitkan mantan Kapuspom era Orde Baru, Hendarji Supanji, menjadi Ketua KPK. Tapi yang paling membuat kami alert dan sibuk berkomunikasi dengan mitra kerja adalah gebrakan sebuah entitas Indonesia mengulangi pola Quantum Fund Soros menggebrak Poundsterling Inggris.
George Soros dijuluki the man who broke the Bank of England (orang yang membangkrutkan Bank Sentral Inggris) karena pada Rabu Hitam 16 Desember 1992 memperoleh keuntungan US$ 1 miliar setelah menjatuhkan poundsterling meskipun Bank of England sudah mengucurkan dana US$ 3,3 miliar untuk mempertahankan poundsterling dari gempuran Soros Di London. Sedangkan Soros versi Indonesia menutup contract for difference (CFD) US$ 10 miliar hanya dengan modal US$ 250 juta untuk meng-corner rupiah dengan strike position 13.800 per dolar AS. Sementara itu para pakar bagian dari pasukan cyber war meramal rupiah bisa jatuh ke 14.200 atau bahkan orang awam memelesetkan jatuh ke 15.000 an.
Currency war sudah berkelindan dengan cyber war dan di Indonesia juga dengan civil war perang perebutan kekuasaan antar elite yang semua berkasta sama penguasa, penguasa merangkap pengusaha. Setelah berakhirnya dwifungsi ABRI maka Orde Reformasi dikelola oleh penguasa merangkap pengusaha, menjadi “penguasaha” yang tidak jelas kapan mereka berfungsi menjadi penguasa penyelenggara negara atau pengusaha pemilik korporasi yang menikmati fasilitas kebijakan negara yang dibuat oleh penguasa yang itu-itu juga.
Konflik kepentingan dwifungsi “penguasaha” inilah yang menjadi biang keladi dan akar masalah Indonesia era akumulasi konsentrasi KKN rezim Orba dan kloningnya oleh ribuan elite “penguasaha” dari pusat sampai ke daerah, bupati, walikota DPRD.
Fajrul Rahman dalam WA chat Jokowinomics memakai istilah Mafia Dollar untuk menyebut entitas Soros Indonesia yang melakukan Soros-type attack di London. Poltak Hotradero dari BEI menyatakan bahwa kontrak CFD melalui over the counter (OTC) sulit dideteksi siapa pelakunya.
Menyerang pemerintah
PDBI sudah mengamati dan mencermati sistem politik ekonomi bisnis Indonesia, dalam usianya yang separuh usia Republik. PDBI lahir tahun 1980 ketika Soeharto mendirikan Yayasan Prasetiya Mulya sebagai mitra koalisi Ksatria Waisa, kastra militer dan kasta konglomerat.
Selama 20 tahun Orde Baru PDBI telah melakukan kajian empiris historis terhadap kebijakan politik ekonomi bisnis secara eklektik. Termasuk membela kebijakan super neo liberal, misalnya perumahan aparat Bea Cukai, digantikan oleh SGS. Meskipun dalam usulan PDBI ditambahkan seyogyanya pemerintah secara diam-diam membeli saham SGS di bursa Zurich sehingga nantinya Pemerintah RI bisa menikmati dan menguasai sebagian kepemilikan SGS.
Tapi almarhum Murdiono dan Prof Wijoyo menyatakan kalau urusan akuisisi saham itu Cendana lebih fasih dari Sekneg, Sekkab dan Bappenas atau Lapangan Banteng. Menkeu Ali Wardhana yang pidatonya sebagai Menkeu terlama di Indonesia juga percaya diri dalam meluncurkan aksi super liberal, mengontrakkan bea cukai ke perusahaan multinasional.
PDBI juga mendukung kebijakan proteksi industri mobil nasional, hanya mengingatkan pelakunya harus diseleksi berdasarkan kualitas profesionalisme bukan karena kerabat KKB putra presiden sendiri menikmati proteksi itu. PDBI adalah pendukung konsep Indonesia Inc, persatupaduan birokrasi governance dan korporasi yang tangguh serta civil society profesional yang setara dengan governance dan corporate.
Di Korea, industri baja dan mobil diproteksi habis-habisan, dan konsumen membeli Hyundai mahal tapi dalam satu generasi Hyundai bisa bersaing di pasar global dan kini menjadi salah satu lima besar pabrik mobil dunia.
Tahun 1994 Soeharto berani jadi tuan rumah KTT APEC karena dia yakin Indonesia Inc yang dipimpinnya bisa menjadi kekuatan ekonomi bisnis tangguh.Dan memang monopoli APKINDO dibawah Bob Hasan membuat Indonesia jadi raja kayu lapis sedunia, tentu saja dengan dampratan kaum lingkungan hidup bahwa Bob Hasan cs merusak lingkungan.
Ketika Soeharto masih memikirkan Indonesia Inc sebagai kepentingan Indonesia, Orde Baru hebat dan bangkit. Ketika Soeharto tidak jelas memproteksi atau memfasilitasi kerabat Cendana untuk menikmati privilege dan monopoli bisnis, maka ekonomi Indonesia memburuk.Ketika Badan Usaha Milik Negara harus menyervis dan memfasilitasi putra putri kerabat kroni dari Badan Usaha Milik Negara, ketika itu Indonesia Inc akan keropos dan terpuruk.
Kata kunci untuk mempertahankan ekonomi adalah growth, production, export and surplus.Ini berlaku untuk seluruh negara bangsa di dunia tidak peduli bule Inggris atau Korea atau Indonesia.
Yang dilakukan Soros menggempur poundsterling hanya mengukuhkan keterpurukan pound karena Inggris tidak berdaya saing. Jika sekarang ini ada Soros Indonesia yang tega menerjang rupiah di saat Presiden sedang ngunduh mantu, maka ini berarti Soros sawo matang yang lebih sadis dari Soros bule Hongaria terhadap Bank of England yang bukan bangsanya. Jadi Soros bule gebrak poundsterling itu murni bisnis.
Tapi Soros Indonesia gempur rupiah, itu “penguasaha” yang mau menjatuhkan Jokowi secara politik. Siapa dia, tunggu kabinet baru, panglima baru, KaBIN baru, KPK baru. Mungkin sudah terlambat. Rupiah bisa keburu ambruk ke Rp 15.000 per dolar AS.
Sumber: Kontan
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar