Proyek Lesu, Penjualan Semen Turun 2,9%

semenJAKARTA. Penjualan semen nasional semester pertama tahun ini turun 2,9% ketimbang periode yang sama tahun 2014. Penurunan penjualan karena molornya proyek infrastruktur milik pemerintah maupun swasta.

Mengacu data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), permintaan semen pada semester pertama tahun ini hanya mencapai 28,1 juta ton. Angka itu turun ketimbang penjualan periode yang sama tahun lalu sebanyak 28,94 juta ton.

Widodo Santoso, Ketua ASI bilang, pesanan semen turun karena sepinya pesanan semen dari kontraktor. Penyebabnya, pertama, proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah belum berjalan.

Kedua, pelemahan ekonomi membuat pengembang properti menahan diri meluncurkan proyek baru. “Turunnya proyek perumahan karena ekonomi lesu,” kata Widodo ke KONTAN, Kamis (9/7).

Selain proyek pemerintah belum bergulir, penurunan penjualan semen terpengaruh pelemahan harga komoditas. “Harga karet, batubara, crude palm oil (CPO) dan hasil tambang turun,” ujar Widodo.

Melihat kondisi ini, Widodo berharap pemerintah segera mempercepat proyek infrastruktur agar penjualan semen kembali bangkit. “Kami mengharapkan setelah Hari Raya Idul Fitri, permintaan semen naik tajam,” harap Widodo.

Khusus penjualan semen di bulan Juni 2015 tercatat 4,96 juta ton, turun 3,9% ketimbang Juni tahun 2014 sebanyak 5,15 juta ton. Penurunan penjualan semen Juni terjadi di Jawa yang turun 3,6% jadi 2,92 juta ton. Begitu juga di Sumatera turun 6,9% menjadi 998.760 ton, di Kalimantan juga turun 9,5% menjadi 294.360 ton dan di Bali dan Nusa Tenggara turun 3,4% jadi 286.760 ton.

Namun penjualan semen di Sulawesi naik 2,1% menjadi 343.610 ton, penjualan di Maluku dan Papua naik 21% menjadi 95.560 ton.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan komentar