Laju Harga Tembaga Masih Tersendat

24JAKARTA. Laju harga tembaga tersendat. Fundamental ekonomi China yang masih rentan menjegal laju komoditas logam industri ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (28/8) lalu, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,09% dibandingkan hari sebelumnya jadi US$ 5.135 per metrik ton. Meski demikian, harga tembaga sudah lebih tinggi 4% dari harga Rp di Rabu (26/8) lalu. Kala itu, harganya sempat tumbang ke level terendah enam tahun, yakni US$ 4.935 per metrik ton.

Sentimen di pasar komoditas membaik setelah pemerintah China menggelontorkan stimulus. Selain itu, bank sentral China kembali memangkas suku bunga demi mendongkrak perekonomian.

Research and Analyst Fortis Asia Futures Andri Hardianto mengatakan, langkah tersebut memberikan harapan, permintaan komoditas dari Negeri Panda akan membaik. Maklum, China adalah pengguna terbesar tembaga di dunia terutama untuk industri dan manufaktur. “Suku bunga kredit rendah bisa menstimulasi industri di sana,” ujar Andri, Jumat (28/8).

Sentimen positif juga sempat mewarnai pasar komoditas saat Amerika Serikat merilis data pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015 mencapai 3,7%. Sayang, sentimen ini tak cukup kuat menopang pasar tembaga.

Meski Paman Sam termasuk salah satu pengguna tembaga terbesar, namun saat ini perekonomian negara tersebut lebih ditopang sektor teknologi, pertanian, dan properti. “Sektor industri kurang berperan dalam ekonomi AS, sehingga sentimen data makro Amerika yang bagus hanya sesaat menopang pasar lembaga,” papar Andri.

Itu sebabnya, Andri menduga, rebound harga tembaga hanya sesaat. Apalagi, belum ada perbaikan data ekonomi yang mengindikasikan pemulihan fundamental di China.

Pergerakan harga selanjutnya akan disetir rilis data sektor manufaktur. Selasa (1/9), Tiongkok akan merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur bulan Agustus 2015. Indeks ini diprediksi melambat dari bulan sebelumnya. Jika sesuai perkiraan, harga tembaga bisa semakin jatuh.

Di sisi lain, suplai tembaga justru masih tinggi. Deutsche Bank AG memperkirakan, pasar tembaga akan tetap surplus hingga tahun 2018. Suplai yang melimpah bisa semakin menggerus harga tembaga.

Meski demikian, secara teknikal, Andri bilang, pekan ini, ada peluang harga naik terbatas. Indikator MA 50, 100 dan 200 mengindikasikan naik. RSI netral, dengan stochastic di area jenuh jual. Prediksinya, sepekan ini, tembaga berada di kisaran US$ 4.900-5.150 per metrik ton.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: