Pemerintah Bebaskan Margin Jual Batubara

8JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengubah ketentuan margin produsen yang memasok batubara ke Pembangkit Tenaga Uap di Mulut Tambang. Alasannya agar pengusaha bersaing dalam mendapatkan harga yang kompetitif. Keuntungan lainnya pengusaha hanya membayar royalti sesuai margin yang diambil.

Untuk mengubah margin penjualan batubara itu, Kementerian ESDM tengah menyusun revisi Perdirjen ESDM No. 579.K/32/DJB/2015 tentang Biaya Produksi untuk Penentuan Harga Dasar Batubara Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Adhi Wibowo mengungkapkan, untuk harga batubara ke PLTU Mulut Tambang, poin yang akan diubah salah satunya ialah ketentuan biaya produksi yang ditambah margin sebesar 25%.

Adhi bilang, Kementerian ESDM menilai, Perdirjen ESDM itu membuat tidak ada kompetisi di industri batubara. Alhasil, pasar batubara semakin lesu. Kondisi inilah yang memicu rencana perubahan aturan. “Setelah Perdirjen ESDM direvisi, margin akan dibebaskan, boleh 5%, 15% juga boleh, pokoknya batas atasnya 25%. Jadi pengusaha bisa saling berlomba untuk mendapatkan harga yang paling kompetitif,” jelasnya di Kantor Dirjen Minerba akhir pekan lalu.

Sebagai kompensasinya nanti, Kementerian ESDM juga akan memungut royalti batubara sesuai dengan margin yang dipilih para pengusaha. “Apabila ketentuannya diubah, otomatis iuran royalti juga akan berubah tergantung marin yang diambil oleh perusahaan,” ujarnya.

Adhi mengklaim, semua usulan perubahan Perdirjen ESDM tersebut sudah dibicarakan dan disepakati dengan pihak terkait, seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)in“PLN sudah setuju dan APBI juga tinggal disepakati saja minggu depan,” tandasnya.

Mendengar itu, Kepala Divisi Batubara PLN Harlen mengatakan, dirinya malah belum mengetahui detail perubahan harga batubara mulut tambang. Lagipula, PLN tidak ikut dalam pembahasan itu. “Kami belum tahu isinya karena tidak ikut dalam pembahasan,” tandasnya kepada KONTAN, Minggu (30/8).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Ekawahyu Kasih menilai, penetapan harga batubara yakni biaya produksi plus margin 25% merupakan variabel yang sudah tepat. Pasalnya pelaku usaha batubara maupun pengusaha pembangkit listrik sama-sama diuntungkan.

“Aturan itu sudah benar agar mereka terlindung dari fluktuasi harga batubara saat ini,” ujarnya. Eka mengingatkan agar pemerintah jangan terlalu reaktif menyikapi penurunan harga batubara saat ini.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: