Apakah itu Pajak Penghasilan?

13

Pertanyaan:

Pada kesempatan sebelumnya sudah dibahas tentang apa itu pajak PPN. Setahu saya, baik PPN maupun pajak penghasilan (PPh) sama-sama pajak pusat. Apakah sebenarnya PPh itu? Pemberlakuan PPN dan PPh sekaligus bukankah akan menimbulkan efek pajak ganda? Tolong penjelasannya. Terima kasih.

Arif N – Banjarmasin

 

Jawaban:

Seperti telah kami jelaskan sebelumnya, PPN merupakan pajak objektif. PPN dikenakan kepada siapapun yang mengonsumsi barang atau jasa kena pajak tanpa memperhatikan kondisi konsumennya. Sebaliknya, PPh termasuk dalam jenis pajak subjektif. Artinya, ketika akan dikenakan PPh terutang, yang pertama kali diperhatikan adalah kondisi subjektif dari pemikul beban pajak (subjek pajak) yang bersangkutan.

Pengertian subjek pajak adalah pihak (orang atau badan) yang menjadi sasaran atau dituju oleh undang-undang untuk membayar aau memikul beban pajak. Dalam ketentuan PPh dinyatakan bahwa dipenuhinya syarat sebagai subyek pajak merupakan kewajiban pajak subjektif. Sedangkan jika orang atau badan sudah menerima atau memperoleh penghasilan pada suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak, berarti telah dipenuhi kewajiban pajak objektif. Dipenuhinya kedua kewajiban tersebut merupakan syarat dasar agar orang atau badan dapat dikenai PPh menurut undang-undang.

Sesuai dengan namanya, objek PPh adalah penghasilan, yaitu penghasilan yang diperoleh oleh subjek pajak. Penghasilan memberikan petunjuk tentang adanya kemampuan ekonomis seseorang yang dapat dinilai dengan uang. Penghasilan merupakan ukuran terbaik yang merepresentasikan kemampuan untuk membayar. Sejalan dengan prinsip ability to pay (kemampuan untuk membayar), PPh dikenakan atas penghasilan subjek pajak yang telah melampaui suatu batasan tertentu. Batasan ini sering disebut dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Dengan demikian sebagai pajak subjektif, besar-kecilnya PPh yang dibayarkan tergantung dari seberapa besar kemampuan subjek pajak dalam memperoleh penghasilan selama satu tahun pajak.

Seperti halnya PPN, PPh merupakan jenis pajak yang juga sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Betul bahwa keduanya sama-sama merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, yang menjadi objek pengenaan keduanya berbeda. Siapa yang harus menanggung serta mekanisme pengenaan pajaknya pun berbeda. Dan sudah barang tentu filosofi ataupun alasan pemerintah dibalik pengenaannya pun juga berbeda. Maka tidak akan terjadi efek pajak berganda atas penerapan pajak PPN dan PPh ini.

Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang menjadi obyek PPh adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa PPh menganut prinsip pemajakan atas penghasilan dalam arti luas, yakni bahwa pajak dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak dari manapun asalnya, sepanjang dapat dipergunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak tersebut.

Pengertian penghasilan tersebut tidak memperhatikan adanya penghasilan dari sumber tertentu, namun pada adanya tambahan kemampuan ekonomis. Tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak merupakan ukuran terbaik mengenai kemampuan wajib pajak untuk ikut bersama-sama memikul biaya yang diperlukan pemerintah untuk kegiatan rutin dan pembagunan negara. Demikian.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: