Pasokan Minim, Harga Cabai Rawit Pedas

cabe

JAKARTA. Kenaikan harga pangan masih terus berlanjut. Menurut Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi September 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan akhir pekan lalu, harga sejumlah bahan pangan di bulan Agustus naik dari bulan sebelumnya.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit yang melompat hingga 24,01% atau jauh lebih tinggi dari kenaikan daging ayam ras yang hanya 6,08% dan telur ayam ras yang hanya naik 4,27%.

Berdasarkan pantauan KONTAN, harga cabai rawit di pasaran saat ini mencapai Rp 67.000 hingga Rp 70.000 per kilogram (kg). Padahal pasca Lebaran lalu cabai rawit masih berada  Rp 57.000 – Rp 60.000 per kg.

Dadi Sudiyana, Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) mengakui, ada lonjakan harga cabai rawit ini. “Panen menurun akibat kemarau panjang. Terutama cabai rawit yang pasokannya tidak sebanyak cabai merah,” ujar Dadi kepada KONTAN, Selasa (8/9).

Dadi bilang, produksi cabai di sejumlah sentra cabai yang sedang mengalami kekeringan merosot hingga 25%. Asal tahu saja, masa budidaya cabai umumnya tiga bulan. Namun, masa panen sentra cabai yang ada di Indonesia tidak berbarengan.

Sebagai perbandingan, AACI mencatat, produksi cabai tahun lalu sebanyak 700.000 ton. Dadi meramalkan, produksi tahun ini lebih sedikit daripada tahun lalu meski tidak bisa menyebut angka persisnya. “Sulit membuat estimasi dalam keadaan seperti ini,” dalihnya.

Padahal, kebutuhan cabai dalam negeri tahun ini tidak kurang dari 1 juta ton. Meski begitu, Dadi optimistis Indonesia masih bisa swasembada cabai apabila masyarakat bisa mengurangi konsumsi cabai.

Menurut pantauan AACI, saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani sekitar Rp 50.000 per kg, namun sampai ke konsumen bisa mencapai Rp 100.000 per kg, khususnya untuk wilayah yang jauh dari sentra produksi cabai rawit.

Abdullah Mansuri, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebutkan bahwa saat ini, harga cabai rawit mencetak sejarah karena bertahan pada level harga yang tinggi dalam waktu lama. “Cabai rawit sudah mahal sejak sebelum Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini,” katanya.

Sejauh ini, harga cabai rawit konsisten berada di level Rp 70.000 per kg dan terjadi hampir merata di banyak wilayah, bahkan wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat yang dekat dengan sentra cabai rawit.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: