Ekonomi Masih Suram, Laba Bank Terancam

18

JAKARTA. Tahun ini industri perbankan menghadapi tantangan yang berat dalam mencetak laba. Selain karena penyaluran kredit menurun akibat ekonomi lesu, lonjakan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang memaksa bank menyisihkan cadangan kerugian membuat laba bank tertekan.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) hingga Juni 2015, laba bank umum hanya tercatat sebesar Rp 50,84 triliun. Angka ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 turun sebanyak 12,99%. Padahal pada Juni 2014 silam, laba bank bisa tumbuh 14,31%.

Perlambatan ekonomi Indonesia membuat bankir merevisi target bisnis. Imbasnya ke laba bank.

Budi Satria, Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan, dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari target, BRI juga telah merevisi target penyaluran kredit dari 15%-17% menjadi hanya 11%-13% hingga akhir tahun 2015. Rasio kredit macet diperkirakan juga meningkat dari 2,2% menjadi 2,5%.

Agar laba masih bisa bertumbuh, BRI akan menjaga rasio likuiditas atau loan to deposit ratio (LDR) di level 85%-92% dan margin bunga bersih (NIM) di kisaran 7,9%-8,2% di tahun ini.

“Kami berharap, laba pada kuartal III 2015 memiliki tren meningkat, terlebih dengan mulai berjalannya program kredit usaha rakyat (KUR),” kata Budi kepada KONTAN, Selasa (15/9).

Tumbuh satu digit

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin juga tetap memiliki optimisme di tengah perlambatan ekonomi nasional. Dia tak menampik, jika pencadangan kerugian dari kredit macet akan menekan laba Bank Mandiri.

Hingga akhir kuartal III 2015 ini, Budi memperkirakan, laba Bank Mandiri akan bertumbuh. “Laba Bank Mandiri secara kuartalan stabil dan secara tahunan akan sedikit mengalami kenaikan,” ujar dia.

Hingga akhir tahun 2015, Budi memperkirakan laba Bank Mandiri hanya akan tumbuh satu digit.

Sekedar mengingatkan, dari laporan keuangan per Juni 2015, laba Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 9,61 trilliun atau turun 0,62% dari Juni 2014 yang sebesar Rp 9,67 triliun.

Untuk mendongkrak pertumbuhan laba, Bank Mandiri akan menjaga rasio margin bunga bersih sedikit di bawah level 6%. Per Juni 2015, NIM Bank Mandiri berada di level 5,58%, turun dari Juni 2014 yang sebesar 5,89%.

Sementara Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baequni bilang, BNI kemungkinan masih akan mencetak penurunan laba. Namun, ia berharap, penurunan laba bisa ditekan 10% hingga 15%. Demi menopang laba, BNI mengaku akan mengoptimalkan pendapatan dari fee based income.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar