Dwelling Time Turun Menjadi 4,51 Hari

tj priokJAKARTA. Waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan mulai membaik. Setelah satuan tugas (satgas) terbentuk dan perizinan disederhanakan, pemerintah mengklaim ada perbaikan. Kini, waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok tercatat menjadi 4,51, turun dari sebelumnya 5,5 hari. Pencapaian ini juga telah melewati target 4,71 hari.

Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono mengklaim, penurunan waktu tunggu di pelabuhan menjadi 4,51 hari ini merupakan hasil dari kolaborasi beberapa upaya yang dilakukan. Diantaranya penyederhanaan proses perizinan.

Menurutnya, dari 32 perizinan kegiatan impor yang akan direvisi, kini sudah 16 aturan yang rampung direvisi dan dihapus. Saat ini masih ada 12 aturan dalam proses finalisasi dan empat aturan yang masih dalam proses negosiasi.

Selain itu, di sektor kepabeanan, kata Agung, kantor pelayanan utama bea cukai tipe A Tanjung Priok dan Kementerian Perdagangan (Kemdag) telah berkoordinasi untuk membuka pos khusus di Cikarang Dry Port untuk lokasi pelabelan merek dagang. Catatan saja, selama ini, proses pelabelan barang impor dilakukan di tempat penimbunan sementara (TPS) Tanjung Priok saja. “Dengan pemindahan ini, bisa menghemat waktu dwelling time hingga 0,5 hari – 1 hari,” kata Agung, Senin (26/10).

Agung menambahkan, pemanfaatan areal Cikarang Dry Port cukup membantu mengurangi penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Maklum, luas areal Cikarang Dry Port, kata Agung, sekitar 250 hektare (ha) atau lebih luas dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Ronnie Higuchi Rusli anggota satgas dwelling time menambahkan, dengan dioperasionalkan Cikarang Dry Port secara optimal, beban dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok bakal menurun. Sebab, “Kontainer dari Tanjung Priok bisa langsung dikirim ke daerah,” ujar Ronnie.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk meneken dwelling time ialah dengan membangun jalur kereta api pelabuhan sepanjang 1,2 kilometer (km). Pengadaan lahan untuk proyek ini telah selesai September lalu.

PT Kereta Api Indonesia memastikan proses konstruksinya akan dimulai pada akhir Oktober ini. Pembangunan konstruksi jalur kereta api ke JICT ini meliputi rel kereta yang menghubungkan Stasiun Pasoso sampai JICT. Selain itu, akan ada stasiun, container yard, dan fasilitas bongkar muat. Kemenko Kemaritiman menargetkan, jalur kereta api pelabuhan ini bisa dioperasikan mulau Desember 2015 atau paling lambat Januari 2016.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: