Impor Bawang Putih dan Jeruk Manis Dibatasi Tahun Depan

indexJAKARTA. Mulai tahun 2016, impor sejumlah komoditas hortikultura akan dibatasi. Pembatasan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong produksi holtikultura dalam negeri. Ada tiga jenis produk holtikultura yang akan dibatasi tahun depan, yakni bawang merah, bawang putih, dan jeruk manis. Khusus bawang merah, Kementerian Pertanian (Kemtan) mengaku akan menutup izin impor secara penuh.

Sri Wijayanti Yusuf, Direktur Perbenihan Hortikultura Kemtan menyebut fokus pemerintah tahun depan adalah menggenjot ekspor buah-buahan dan sayur-sayuran, seperti bawang merah. Sementara untuk bawang putih dan jeruk manis, produksinya akan digenjot.

Untuk itu, Kemtan menargetkan akan menambah luas lahan bawang merah seluas 5.000 hektare (ha), bawang putih akan menambah luas 1.000 ha, dan tambahan lahan jeruk manis seluas 2.400 ha. “Produk bawang putih yang tanamannya berasal dari wilayah subtropis hanya bisa ditanam pada daerah dingin, seperti Tegal dan Temanggung,” ujar Sri, Kamis (26/11).

Kemtan berambisi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebelum tahun 1998 yang mampu memproduksi 90% kebutuhan bawang putih. Namun setelah pintu impor dibuka lebar pasca tahun 1998, impor bawang putih bertambah pesat hingga memenuhi 90% dari kebutuhan nasional.

Saat ini, rata-rata kebutuhan bawang putih nasional sebanyak 500.000 ton per tahun. “Secara perlahan-lahan, produksi bawang putih akan ditambah dan impor akan dikendalikan,” imbuh Sri.

Saat ini, kondisi pertanian bawang putih di Indonesia cukup memprihatinkan karena luas lahannya kurang dari 1.000 ha. Kondisi ini sangat jauh berbeda ketika pada tahun 1990-an yang luasnya mencapai 20.000 ha.

Benny Kusbini, Ketua Dewan Holtikultura Indonesia menghargai langkah pemerintah membatasi impor bawang putih dan jeruk manis ini. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berhasil mengembangkan beragam produk jeruk lokal yang berhasil menembus ke pasar ritel modern.

Meski begitu, khusus untuk bawang putih, Benny mempunyai catatan kepada pemerintah agar bahasa pembatasan ini berarti tidak melarang impor ketika pasokan dalam negeri menipis dan harga naik.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 reply

  1. Dengan di berlakukan nya pembatasan import Bawang Putih, dan Jeruk dengan alasan mendorong produksi Hotikultura maka kami orang kecil yang mana kami bekerja sebuah perusahaan trading importir bawang putih..pasti akan terjadi pengurangan karyawan sekaligus PHK …kami orang kecil mohon di tinjau ulang..karena juga bawang putih bukan produk Strategis..dan juga susah untuk tumbuh di iklim indonesia, sekali lagi kami mohon untuk di tinjau ulang..karena akan bayak PHK yg cukup banyak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: