Bisa Dapat Diskon 50% dari Utang Pokok

JAKARTA. Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau tax amnesty di awal persidangan tahun ini. Pembahasan RUU di awal siding DPR pada 11 Januari 2016 dapat digelar karena DPR telah menerima Amanat Presiden (Ampres) untuk RUU Pengampunan Pajak.

Presiden Joko Widodo berharap tax amnesty menjadi salah satu amunisi mendorong ekonomi. “Deregulasi akan jalan terus, revaluasi dan tax amnesty akan menambah kekuatan ekonomi,” ujar presiden, kemarin (4/1).

Anggota Komisi XI dan Baleg DPR Muhammad Misbakhun yakin, jika pembahasan bisa dilakukan lebih awal maka RUU tax amnesty akan selesai sebelum Februari 2016. Apalagi pemerintah dan DPR telah melakuan pembahasan informal terkait poin-poin penting dalam RUU Pengampunan Pajak.

Dalam pembahasan informal itulah menurut Misbakhun, aka nada beberapa perubahan pasal dalam RUU tax amnesty dari draf sebelumnya. Seperti perubahan besaran tarif hingga ketentuan khusus bagi para pengemplang pajak. Dalam draf sebelumnya, ada ketentuan khusus: wajib pajak (WP) yang ikut pegampunan pajak dan mendapat restu sebelum 1 Januari 2016 mendapatkan tarif lebih rendah lagi.

Dalam pembahasan tahun ini, kata Misbakhun, pasal khusus itu akan kembali dibahas. Namun belum jelas apakah diskon tarif tersebut akan tetap diberikan atau tidak.

Yang jelas kata Misbakhun, keuntungan yang akan diperoleh para wajib pajak yang mengikuti kebijakan ini akan bertambah. Selain penghentian pemeriksaan sebelum ada putusan hukum, juga akan ada pemotongan jumlah pokok terutang. “Denda bunga akan dihapus dan jumlah utang pokok pajak didiskon hingga 50%,” jelasnya

Terkait tarif tebusan pengampunan pajak, dalam draf RUU paling anyar, tarifnya masih di kisaran 1,5%-2% dari total utang pajak untuk tiga bulan pertama 2016, lalu 3%-4% di tiga bulan ke dua, dan terakhir 5%-6% untuk pengampunan pajak di enam bulanterakhir 2016.

Diskon 50%atas utang pokok ini diberikan karena kualitas petugas pemeriksa pajak yang relative rendah. Itu tercermin dari minimnya sengketa pengadilan pajak yang dimenangkan Ditjen Pajak. Dengan diskon ini, wajib pajak yang belum membayar utang pajak akibat sengketa pajak, mau mengajukan tax amnesty.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: