Harga Pangan Tak Terkendali

JAKARTA. Ada yang berbeda dari kenaikan harga pangan pada akhir tahun 2015. Tahun-tahun sebelumnya, harga pangan langsung melandai usai Tahun Baru. Namun memasuki awal tahun ini harga pangan justru masih tinggi dan cenderung menguat.

Sejumlah faktor dan alas an diungkapkan sejumlah pelaku usaha yang berkecimpung dalam usaha komoditas pangan tersebut. Abdullah Mansuri, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia menyebutkan bahwa kenaikan harga pangan pada awal tahun ini terlihat tidak wajar karena momentum pedagang untuk mereguk keuntungan pada akhir tahun telah usai.

Namun, Abdullah tak memungkiri bahwa kenaikan harga pangan ini bisa terjadi karena sejak awal bulan Desember 2015, pemerintah abai mengintervensi harga pangan di pasar. “Pemerintah hanya sekedar menyatakan pasokan aman dan terkesan mengabaikan kenaikan harga ini,” ujarnya, Selasa (5/1)

Abdullah menyatakan, untuk komoditas beras dan hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah, permintaan memang masih tinggi, meskipun Natal dan Tahun Baru sudah lewat. Namun, untuk beras, siklus di awal tahun cenderung selalu terulang, yakni banyak konsumen membeli beras dalam jumlah besar untuk menghindari kenaikan harga ketika musim paceklik di Januari dan Februari sambil menunggu panen pada bulan Maret.

Padahal, menurut Abdullah, mayoritas stok beras yang dikuasai perusahaan swasta dan tengkulak membuat harga beras rentan dipermainkan oknum spekulan jika pemerintah tak turun tangan.

Sedangkan untuk cabai dan bawang merah, dia melihat jalur distribusi yang menghambat membuat pasokan sering telat sampai ke tujuan dan tak jarang produk tersebut sudah tak segar dan tak layak jual, padahal permintaan masih tinggi setiap hari.

Stok daging kosong

Hal serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam dan daging sapi. Untuk daging ayam, tren harga saat ini justru lebih tinggi ketimbang saat jelang akhir tahun.

Sigit Prabowo. Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) mengatakan, salah satu penyebab mahalnya harga ayam saat ini karena stok di tingkat peternak rakyat menipis lantaran peternak tak mendapat bibit ayam atau day old chicken (DOC) pada awal bulan Desember lalu.

Selain itu, harga pakan ternak yang naik karena harga jagung meroket membuat ongkos produksi peternak naik dari Rp 17.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 21.000 per kg. “Imbasnya pasti harga di pasar ikut naik,” ujarnya.

Sarman Simanjorang, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta bilang, keterlambatan pemerintah mengeluarkan izin impor sapi tahun 2016 membuat stok daging sapi saat ini tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan.

Kendati harga pangan dalam tren naik, Srie Agustina, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) melihat bahwa tren kenaikan harga yang signifikan sejauh ini hanya terjadi pada komoditass cabai merah. “Panen raya cabe merah dan bawang merah diprediksi akan terjadi mulai akhir Januari hingga Februari nanti,” ujarnya.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

1 reply

  1. TOLONG PEMERINTAH SEGERA KENDALIKAN HARGA JAGUNG . HARGA JAGUNG YANG BEGITU TINGGI TELAH MEMBUAT PETERNAK SENGSARA DAN DAMPAK GLOBALNYA ADALAH KENAIKAN HARGA TELUR DAN DAGING YANG JUGA AKAN MENYENGSARAKAN NEGARA INI

    DAMPAK LAIN DI INDUSTRI MAKANAN YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JAGUNG JUGA TIDAK KALAH MEMPRIHATINKAN.

    HARGA JAGUNG KITA SUDAH TERTINGGI DI DUNIA, APAKAH INI IDE PAK MENTAN UNTUK MENSEJAHTERAKAN PETANI JAGUNG? KENAPA KITA PUNYA MENTERI YANG PIKIRANNYA BEGITU PENDEK, APAKAH TIDAK TERPIKIR EFEK DOMINO DARI KENAIKAN HARGA JAGUNG?

    PERLU DI INGAT KEMBALI KALAU DI NEGARA MAJU ITU SEMUA BAHAN PANGAN HARGANYA MURAH, SEHINGGA RAKYATNYA BISA BELI, KENAPA DI SINI MALAH DIBUAT MAHAL?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: