Polisi Mengidentifikasi Teror Dilakukan oleh ISIS

JAKARTA. Kepolisian bergerak cepat mengungkap pihak yang bertanggungjawab dalam serangan terror bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, kemarin (14/1). Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian menuding pelaku serangan terror di Jakarta kemarin berasal dari jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) lantaran pelaku memiliki hubungan dengan jaringan yang berpusat di Raqqa, Syria.

Tito menjelaskan, kini strategi operasi jaringan ISIS mulai berkembang ke penjuru dunia termasuk Asia Tenggara. “Di Asia Tenggara terjadi rivalitas pimpinan ISIS, salah satunya Bahrun Naim yang merancang serangan ini,” ungkapnya, Kamis (14/2).

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, hingga Kamis sore, setidaknya ada 27 korban dalam aksi terror tersebut. “Tujuh diantaranya tewas,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada KONTAN, Kamis (14/1).

Dari ketujuh korban meninggal itu, lima diantaranya adalah pelaku bom dan dua orang lainnya warga sipil yang terdiri dari satu warga negara Kanada dan satu lagi WNI. Sementara 20 korban luka terdiri dari lima anggota Kepolisian dan sisanya warga sipil. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati dan RSPAD Gatot Subroto.

Selain menembak mati pelaku terror, Kepolisian mengamankan beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam pengeboman kemarin.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah meminta kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah dapat menanggungnya biaya perawatan para korban. Permohonan itu dibuat karena adanya usulan dari keluarga korban.

Waspada Tinggi

Atas terror yang kembali melanda, pemerintah pun mulai meningkatkan kewaspadaan di sektor keamanan. Tjahjo bilang, peningkatan kewaspadaan dilakukan melalui koordinasi di lintas pemerintah, termasuk pemerintah daerah.

Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan menambahkan, untuk menekan pergerakan kelompok terror, pemerintah bakal memperketat pengawasan di perbatasan. “Baik imigrasi maupun bea cukai, kami akan tingkatkan kewaspadaannya,” lanjutnya.

Selain di kawasan perbatasan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun meminta adanya pengetatan pengamanan pada semua fasilitas transportasi publik. “Menhub menginstruksikan peningkatan kewaspadaan oleh semua unsur pemerintah dalam pengamanan fasilitas transportasi publik, baik oleh organ pengamanan internal maupun oleh aparat kepolisian dan TNI, “ ujar Julius A.Barata, Kepala Pusat Penerangan Publik Kementerian Perhubungan dalam pesan singkatnya, Kamis (14/1).

Prasarana transportasi public seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api dinilai sebagai objek vital, sekaligus tempat berkumpul banyak orang. Sebab itu, Kemhub masih memberlakukan peningkatan keamanan bandara di seluruh Indonesia dalam status kuning.

Di setiap bandara tetap dilakukan pemeriksaan yang ketat. Penjagaan dan pengawasannya dilakukan secara lebih dari biasanya.

Kasus terror di Jakarta terakhir terjadi pada 2009 di hotel Ritz Carlton Mega Kuningan. Saat itu sebanyak 9 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka. Serangan terorisme pertama kali dilakukan pada 1 Agustus 2000 di kedutaan Filiphina di Jakarta.

Kasus terror ini akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia tahun ini, juga tahun depan. Deputi Pengendalian Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengakui, dalam satu hingga dua minggu ke depan, masalah terror di Jalan MH Thamrin ini akan menjadi pembahasan dunia internasional. “Tapi BKPM tidak akan tinggal diam dan berusaha meredam semua kekhawatiran,”kata Azhar.

Setelah ledakan, Azhar mengaku telah bertemu dengan dua investor dari Jepang. Namun sang investor tidak mempertanyakan sedikitpun mengenai keamanan investasi di Indonesia.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , ,

Tinggalkan komentar