Pabrikan Pakan Nekad Impor Jagung

JAKARTA. Kisruh jagung impor terus berlanjut. Kendati Kementerian Pertanian (Kemtan) telah menutup keran impor jagung bagi kalangan swasta, para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) tetap nekad mengimpor jagung.

Pabrikan pakan ternak berdalih tidak ada regulasi yang jelas yang melarang impor jagung. Di sisi lain, pengusaha pakan sangat membutuhkan pasokan jagung di tengah minimnya stok jagung lokal.

Desember 2015, GPMT telah mengimpor 675.000 ton jagung dari Amerika Latin. Sebanyak 17.000 ton sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah dan empat pelabuhan lain. Sisanya masih dalam perjalanan menuju Indonesia.

Ketua GPMT Sudirman menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian nasib jagung impor lantaran belum mendapat izin bongkar. Oleh karena itu, mereka terus melobi Kemtan dan DPR. Bila gagal, GPMT akan menghadap Presiden untuk minta jalan keluar.

Sudirman membantah impor jagung itu ilegal. Pasalnya, impor sudah sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Produksi Tahun 2002 yang mengatur tentang impor jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Beleid itu menyatakan, izin impor diberikan bila sudah ada bill of lading yang artinya pengusaha sudah melakukan kontrak pembelian.

Aturan itu memang dicabut menteri pertanian pada 5 November 2015. Pada 1 Desember 2015, keluar lagi Permentan No 57/2015 yang mengatur izin pemasukan barang dari luar, termasuk jagung. Namun sampai saat ini, Permentan itu belum berjalan karena importir harus memasukkan izin melalui sistem online.

Selain dari Kemtan, izin impor dikeluarkan Kementrian Perdagangan (Kemdag). “Nah, Kemdag belum akan mengeluarkan aturan soal ini karena menurut KPK harus ada studi akademit dulu. Padahal, Permentan ini tak bisa jalan kalau belum ada Permendag,” ujar Sudirman dalam rapat dengan pendapat dengan komisi IV DPR, Kamis (28/1).

Dalam kondisi kekosongan aturan dan impor jagung tidak termasuk komoditas pangan utama yang harus diawasi oleh pemerintah, GPMT memutuskan impor jagung. Sebelumnya GPMT melayangkan surat ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan perihal impor ini. Tapi belum ada respon atau larangan. “Jadi kami tak bisa disebut ilegal,” ujarnya.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: