Harga Pangan Picu Kenaikan Inflasi Maret

JAKARTA. Kenaikan harga bahan makanan telah memicu kenaikan inflasi bulan ini. Hasil survey pemantauan harga Bank Indonesia (BI) pekan ketiga Maret 2026 menunjukkan, indeks harga konsumen (IHK) Maret 2016 mengalami inflasi bulanan 0,28%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survey pekan sebelumnya yang 0,05%.

Gubernur BI Agus Martowardjo mengatakan, sumber utama inflasi masih berasal dari gejolak harga bahan pangan, terutama bawang merah dan cabai merah. Sementara untuk harga daging ayam dan telur ayam sudah deflasi. BI juga mencatat, harga yang diatur pemerintah (administered prices) masih terjaga.

Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan, harga bawang merah dan cabai merah nasional menunjukkan lonjakan cukup tinggi. Pada 1 Maret 2016, harga bawang merah di kisaran Rp 33.000 – Rp 34.000 per kilo gram (kg). Harga merangkak naik hingga pada 19 Maret dengan kisaran Rp 38.000 – Rp 39.000 per kg.

Begitu pula dengan harga cabai merah besar, jika pada 1 Maret 2016 masih berada dikisaran Rp 39.000 – Rp 40.000 per kg, naik naik drastis pada 19 Maret 2016 menjadi Rp 48.000 – Rp 49.000 per kg.

Untuk harga daging ayam ras nasional pada 1 Maret 2016 mendekati Rp 29.800 kg. Harga sempat menurun pada 5 Maret 2016 ke kisaran Rp 29.500 per kg, namun kembali meningkat per 19 Maret 2016 menjadi Rp 30.000 per kg. Harga telur ayam ras turun dari Rp 23.500 per kg pada 1 Maret menjadi Rp 22.500 per kg.

Agus meminta pemerintah memperhatikan gejolak harga pangan dengan serius. Kita musti siap dengan serius. “Kita musti siap dengan akan masuknya bulan puasa dan lebaran,” ujar dia, akhir pekan lalu. Dia memperkirakan inflasi dalam basis tahunan atau year on year (yoy) Maret 2016 dikisaran 4,5%. Sedangkan sepanjang 2016 di rentang target BI 4% plus minus 1%.

BPS mencatat pada Januari 2016 terjadi inflasi sebesar 0,51% dan pada Februari 2016 terjadi inflasi sebesar 0,51% dan pada Februari 2016 tercatat deflasi 0,09%. Berdasarkan tren, inflasi pada Maret 2015 adalah 0,17%, Maret 2014 inflasi 0,08%, Maret 2013 inflasi 0,63%, dan Maret 2012 inflasi sebesar 0,07%.

Sebelumnya Kepala BPS Suryamin bilang, komoditas hasil pertanian yang masih akan menyumbang inflasi ke depan adalah beras, sayur-sayuran, hortikultura, perkebunan, perikanan, perternakan, dan kehutanan akibat kondisi cuaca saat ini.

Ekonom BCA David Sumual menambahkan, biasanya Maret adalah musim panen raya sehingga suplai pangan melimpah. Namun tahun ini ada pergeseran musim. Banjir yang terjadi di beberapa daerah juga mengganggu distribusi. Ia memproyeksikan , inflasi Maret 2016 sekitar 0,1%-0,2%.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: