Harga Pangan Bisa Mengerek Inflasi Sepanjang Tahun Ini

JAKARTA – Gejolak harga pangan masih akan menjadi momok bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi tahun ini. Tren kenaikan harga pangan di awal tahun ini akan terus terjadi sehingga inflasi melesat jika pemerintah tak membuat kebijakan pengendali harga pangan yang efektif.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, saat ini pemerintah telah gagal menjaga harga pangan pada level yang wajar. Terutama untuk kebutuhan pangan seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur dan jagung.

David melihat sumber masalah ada di manajemen stok yang tidak sinkron antara kebutuhan pasar dan persediaan. Pemerintah ia nilai selalu terlambat dalam memutuskan impor. Akibatnya, ekpektasi di pasar sulit diantisipasi.

Menurut David, ekspektasi pasar menjadi salah satu faktor yang harus dijaga selain persediaan itu sendiri. Ekspektasi muncul tidak hanya karena kebijakan impor, tetapi juga karena isu yang berkembang di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sapi. Meskipun akhirnya pemerintah mencabut aturan itu, pasar terlanjur memasang harga lebih tinggi untuk daging sapi.

Situasi ini dikhawatirkan akan membuat target inflasi sebesar 4,7% seperti dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016 sulit tercapai. Apalagi, di awal tahun, tekanan inflasi relative tinggi karena gejolak harga pangan.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistyaningsih mengatakan, saat ini ada anomali harga di dalam negeri. Ditengah harga komoditas pangan dunia yang turun, harga pangan di dalam negeri malah meningkat.

Dia melihat langkah pemerintah untuk menurunkan harga barang dan jasa dengan memangkas bahan bakar minyak (BBM) juga tidak efektif. Sebab itu, kata Lana, pemerintah tidak sebatas menurunkan harga BBM dan listrik, namun juga menjaga stok pangan ke pasar. Sebab pada kenyataannya kebijakan penurunan BBM tidak lantas membuat tarif transportasi turun.

Pada bulan Januari ini, Lana memprediksi, laju inflasi bulaan akan 0,65% dan inflasi tahunan 4,28%. Inflasi tinggi seharusnya tidak terjadi jika dilihat dari siklus inflasi Januari yang biasanya rendah. “Januari ini terjadi inflasi karena tekanan harga pangan,” katanya, Minggu (31/10).

Perkiraan inflasi cukup tinggi juga dikatakan ekonom Bank Permata Josua Pardede. Dia memperkirakan, inflasi bulanan Januari berada di level 0,72%. Sementara, ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam Proyeksi inflasi Januari di 0,65%. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Januari sebesar 0,75%.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: