Skandal Panama Papers, Ini yang Dicari Polisi di Markas UEFA

TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian Swiss menggeledah markas Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) di Nyon, Swiss. Polisi ingin melihat berbagai kontrak yang ditandatangani Gianni Infantino saat menjabat Direktur Hukum UEFA terkait dengan bocornya dokumen Panama Papers. Dalam beberapa berkas, pria yang kini menjabat Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) itu menandatangani kontrak hak siar pada 2006 dengan dua pengusaha yang terlibat dalam skandal korupsi di tubuh UEFA.

Kantor Jaksa Agung Swiss (OAG) memandang penggeledahan tersebut didorong oleh kecurigaan yang berkaitan dengan penjualan hak siar. “Kecurigaan ini berdasarkan hasil temuan yang muncul dari proses serta analisis keuangan oleh kejaksaan,” tulis The Guardian. Publikasi di media mengungkapkan masih memungkinkan adanya temuan lain.

UEFA menyatakan Infantino kecewa atas liputan Panama Papers. “Kekecewaannya bahwa integritasnya sedang diragukan,” tulis The Guardian.

Dokumen Mossack Fonseca tersebut merinci kontrak pada 2006 untuk menjual hak siar Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Super. Kesepakatan itu didapat dua tersangka kasus korupsi di FIFA. Hugo Jinkis bersama anaknya, Mariano Jinkis, saat ini berada dalam tahanan rumah di Argentina.

Cross Trading, perusahaan milik keluarga Jinkis yang terdaftar di kawasan bebas pajak di Pasifik Selatan, membeli hak siar tersebut sebesar US$ 111 ribu. Kemudian perusahaan tersebut menjual kembali kepada stasiun televisi Ekuador, Teleamazonas, sebesar US$ 311 ribu.

Awalnya, UEFA membantah berbisnis dengan satu dari 14 orang yang didakwa FBI. Namun, setelah meninjau ribuan kontrak komersial, UEFA menerima kesepakatan itu sebagai bagian dari “tender terbuka”. Proses ini dilakukan tim pemasaran atas nama UEFA, dan hak siar dijual kepada penawar tertinggi.

UEFA mengatakan baik klub maupun federasi memiliki alasan mencurigai hubungan dagang antara Cross Trading dan Teleamazonas.

Pasca-penggeledahan, UEFA menyatakan menerima kunjungan Kepolisian Federal Swiss yang bertindak di bawah surat perintah. Kepolisian meminta pandangan dari kontrak antara UEFA dan Cross Trading atau Teleamazonas. “Tentu UEFA menyediakan semua dokumen relevan yang dimiliki dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan kepolisian,” bunyi keterangan UEFA.

Sumber :Tempo.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

Tinggalkan komentar