RI Belajar ke AS Cara Tangani Pengemplang Pajak

tax6

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro akan menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi Bank Dunia-Dana Moneter Internasional (The IMF-World Bank Spring Meetings) di Washington DC Amerika Serikat (AS). Dalam agenda tersebut Bambang juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan AS, Jacob Lew.

“Saya akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu AS,” ujar Bambang dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Pembicaraan yang dilakukan adalah soal kelanjutan dukungan dan kerja sama program peningkatan tata kelola dan administrasi perpajakan di Indonesia, khususnya kesempatan mempelajari sistem administrasi perpajakan di Amerika Serikat.

“Jadi kita ada kerja sama, Ditjen Pajak dengan IRS (Internal Revenue Service),” tegasnya.

Indonesia sendiri memiliki kepentingan sangat besar di dalam kerja sama perpajakan global, mengingat program untuk menaikkan penerimaan negara dari  perpajakan. Menurut Bambang, pemerintah akan banyak belajar dari AS.

“Intinya kita belajar. Pertama kita pelajari bagaimana otoritas yang mereka miliki. Kita harus tahu otoritas yang mereka miliki. Lalu bagaimana menangani penghindaran pajak warga negara di negara lain. Swiss itu tertutup dan itu bisa diterobos oleh AS sehingga bisa meningkatkan penerimaan lebih besar,” papar Bambang.

Di samping itu, Pemerintah Indonesia saat ini juga mendorong G20 untuk mempromosikan global infrastructure connectivity alliance sebagai bagian dari iniasitiaf investasi infrastruktur global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Agenda Pertemuan G20 yang juga cukup penting adalah pembahasan kerja sama memerangi kejahatan perpajakan antar negara (cross-border tax crimes). Dalam hal ini akan dibahas progress implementasi base erosion and profit shifting (BEPS) serta automatic exchange of tax information in financial sector (AEOI).

Kedua inisiatif G20 tersebut sangat penting dalam memerangi upaya penggelapan dan penghindaran pajak oleh banyak perusahaan multinasional dan individiual memanfaatkan tax haven countries dan celah hukum di instrumen keuangan oleh pusat keuangan global.

“Isu terkait dengan Panama Papers juga akan menjadi pembahasan menarik bagi kita, karena melibatkan banyak nama penting,” ujarnya.

Sumber: Detik

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: