Pasokan Minim, Industri Minta Ekspor Kelapa Mentah Disetop

JAKARTA – Industri kelapa mulai menjerit karena kekurangan bahan baku. Agar bisa mendapat kepastian bahan baku, industry mendesak Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk melarang ekspor kelapa.

Amrizal Idroes, Ketua Umum Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) menjelaskan, akibat kekurangan bahan baku, utilisasi industry pengolahan kelapa menurun hingga 30%-50% sejak beberapa tahun ini.

Sebagai gambaran, saat ini ada sekitar 50 industri pengolahan kelapa yang beroperasi di Indonesia. Tahun lalu saja, kebutuhan industry mencapai 9,6 miliar butir kelapa. Adapun total kebutuhan untuk industry, konsumsi rumah tangga, dan ekspor sebanyak 14,63 miliar butir kelapa.

HIPKI menduga, selain karena penurunan produktivitas tanaman, kelangkaan bahan baku kelapa ini juga akibat maraknya ekspor kelapa mentah. “Kami mengusulkan kepada Kemdag untuk melarang ekspor kelapa mentah,” ujar Amrizal, Kamis (21/4).

Menurut Amrizal, larangan ekspo total lebih efektif ketimbang penerapan bea keluar (BK) yang masih menyisakan celah untuk ekspor kelapa mentah.

Namun, Nurlaila Nur Muhammad, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemdag mengaku akan berdiskusi dengan Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Kementerian Perindustrian (Kemperin) lebih dulu sebelum mengambil keputusan.

Asal tahu saja, ekspor kelapa mentah makin marak beberapa tahun terakhir. Menurut catatan Kemdag, ekspor kelapa pada 2015 naik 4,4% dari tahun sebelumnya menjadi 1,73 juta ton, dengan nilai ekspor US$ 1,14 juta.

Ekspor terdiri dari ekspor kelapa mentah yang tumbuh 14,94% menjadi 640.962, 1 ton. Sebaliknya, ekpor kelapa olahan justru merosot 0,87% menjadi 1,09 juta ton.

Petani kelapa ternyata lebih suka ekspor ketimbang menjual ke industry dalam negeri lantaran harganya yang lebih tinggi. Sebagai gambaran, harga kelapa mentah untuk industry domestic sekitar Rp 3.200 per kilogram (kg) sedangkan untuk ekspor Rp 3.300 per kg.

M. Unggul Ametung, Kasubdit Pemberdayaan dan Kelembagaan Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar Kemtan bilang, luas kebun kelapa terus berkurang, dari 3,77 juta hectare (ha) pada 2011 menjadi 3,62 juta ha pada 2015.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: